Agar Mata Air Dimanfaatkan Semua Warga

Perlu diadakan perawatan untuk mata air yang sudah ada, dipelihara, diperbaiki, dan perlu adanya struktur organisasi kepengurusan khusus mengelola mata air. Sehingga, keluarga yang ekonomi lemah bisa mengakses mata air tersebut.

 

Jpeg
Rini Lusiana sedang menulis tentang mata air di desanya

Desa Jatilawang pada jaman dulu adalah desa yang Lohjinawi juga Gemah Ripah karena didukung dengan keadaan atau sumber daya alam yang baik, seperti hutan, sungai, mata air, gunung dan lainnya.

Sebagian penduduk desa Jatilawang pada jaman dahulu yang cukup baik terutama dalam kebutuhan air yang cukup memadai. Karena ditopang oleh adanya banyak mata air yang terbesar di seluruh dusun-dusun di desa Jatilawang. Mata air tersebt banyak dimanfaatkan warga dusun maupun seluruh dusun di desa Jatilawang.

Mata air tersebut banyak dimanfaatkan warga dusun atau desa yang berdekatan dengan mata air tersebut. Itu adalah gambaran kondisi mata air desa kami pada jaman dulu. Keadaan tersebut pada masa sekarang sudah berbaik atau sudah tidak seperti dulu.

Dengan adanya kemajuan ekonomi, penduduk yang semakin bertambah maka kebutuhan akan air semakin meningkat. Hal ini menyebabkan ada sebagian warga yang tidak memperoleh atau bisa mengakses mata air tersebut, dan juga ada sebagian warga yang dalam mengatur pembagian air tersebut tidak adil. Ibaratnya, “siapa cepat dia dapat” atau hanya warga kaya saja yang bisa memperoleh air tersebut. Belum lagi saat musim kemarau, banyak yang memakai air tersebut untuk mengairi ladang pertanian.

Ada warga yang mengatakan karena perubahan alam sehingga air tersebut berkurang debitnya. Tetapi saya tidak berpikir begitu, menurut saya karena tanaman atau pohon hutan dan bukit terus diambil untuk kayu bakar atau lainnya sehingga menyebabkan debit air berkurang. Dengan keadaan seperti ini, maka menurut saya perlu diadakan perawatan untuk mata air yang sudah ada, dipelihara, diperbaiki, dan perlu adanya struktur organisasi kepengurusan khusus mengelola mata air. Sehingga, keluarga yang ekonomi lemah bisa mengakses mata air tersebut. Data sebagian besar warga RT 01, RW 01 Dusun Jatilawang tidak bisa mengakses air dari mata air tersebut hanya memakai kamar mandi milik salah satu warga. Dan juga bila mungkin digali atau dicari lagi sumber mata air yang lainnya.

Penting juga diadakan sosialisasi tentang pentingnya air bersih untuk kehidupan kita. Pentingnya pembagian secara bersih untuk kehidupan kita, pentingnya pembagian secara adil dan merata tentang air terutama untuk masyarakat yang ekonomi lemah.

Akses jalan ke mata air perlu dibenahi. Adanya bimbingan/pelatihan pengelolaan mata air untuk warga desa kami. Juga bimbingan tentang bagaimana membagi dan membuat bak penampungan mata ait agar semua warga bisa mengakses atau memperoleh dan ikut menikmati mata air tersebut.

Selama ini mata air di desa Jatilawang digunakan untuk berbagai hal seperti memasak, mencuci, pertanian, dan lain sebagainya. Air adalah salah satu kebutuhan vital manusia. Penting bagi warga memahami perilaku kehidupan warga tentang berbagi dan bersolidaritas juga perlu ditingkatkan.

***

Tulisan ini adalah hasil tulisan tangan Rini Lusiana, salah satu peserta Sekolah Perempuan dari desa Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Ini adalah tulisan pertamanya tentang desanya, terutama tentang mata air yang ada di desanya. Di Sekolah Perempuan yang diselenggarakan oleh Infest Yogyakarta, salah satu yang dipelajari peserta adalah tentang bagaimana mereka mampu menarasikan pembanguann di desanya, khsusunya aset dan potensi di desanya. Sebelumnya, mereka telah belajar tentang gender dasar, membedah Undang-Undang Desa untuk mengetahui posisi perempuan dalam pembangunan di desanya, Identifikasi mimpi desanya, Identifikasi Aset dan Potensi Desa, Membuat Peta Desa serta rangkaian materi pembelajaran lainnya.

About Perempuan Berkisah 174 Articles
Perempuan Berkisah menerima tulisan dari siapapun yang ingin berbagi kisah seputar isu perempuan, baik isu pendidikan, pemberdayaan, ekonomi, sosial dan isu perempuan di bidang-bidang lainnya. Tulisan dapat dikirim ke perempuan.berkisah@gmail.com. Terimakasih.

Be the first to comment

Leave a Reply