Katergantungan Petani Pada Pestisida

index

Ditulis oleh Eka Rahayu Fitrianingsih*

Di desa Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara masyarakatnya sebagian besar bekerja sebagai petani. Sejak dahulunya masyarakat menanam berbagai sayuran seperti kentang, wortel, kol, dan lain-lain. Dulu penghasilannya masih sangat bagus dan harganya masih stabil sehingga ekonomi petani tidak menentu. Bahkan untuk menanam tanaman di ladang atau kebun pun sudah sangat sulit, karena sudah banyaknya bahan kimia yang digunakan sebagai racun hama. Sebelum masyarakat memahami cara menanam atau proses penanaman kentang dan kol (kubis), masyarakat hanya menanam tembakau sehingga lahan bisa memperoleh atau dapat mengolah Ganyong sebagai makanan utama.

Pada masa sekarang ini, warga kesulitan untuk mengembalikan hasil tani seperti dahulu karena lahan yang kesulitan terlalu banyak tercemari. Padahal kebanyakan warga di desa Jatilawang juga peternak sapi, namun kebanyakan warga atau petani di sini tidak menggunakan limbah sapi untuk dijadikan pupuk organik, dan urin sapi, berbagai akar bumbu, serabut kelapa juga dapat dijadikan sebagai bahan pestisida. Namun warga lebih memilih membeli bahan kimia, padahal masyarakat tahu bahwa bahan tersebut berbahaya bagi lingkungan, kesehatan, terutama dampak pada lahan tersebut.

Mungkin di desa Jatilawang ini perlu diadakan penyuluhan tiap RT mengenai dampak pemakaian bahan kimia yang berlebih bagi hasil pertanian di desa, kalau di sebagian warga biasanya memakai obat kentang melebihi aturan/melebihi dosis, selain dari lahan yang tidak stabil dan tidak sepadan dengan penghasilan. Hal tersebut berdampak juga terhadap pendidikan anak. Perkebunan yang tidak luas hanya bisa ditanami sayur seperti sawi dan lain-lain yang hasilnya, tidak seberapa bahkan kadang hanya untuk sendiri. Kalau masyarakat yang tidak mempunyai lahan/kebun hanya menggantungkan bekerja di kebun orang, kalau bisa di Jatilawang ada kelompok tani bagi warga yang belum memiliki kebun yang digunakan maksimal bagi warga bisa diikutsertakan dalam kelompok dan diadakan pelatihan-pelatihan cara pembuatan pupuk organik dan pestisida organik.

*Eka Rahayu Fitrianingsih adalah ibu rumah tangga yang kini tergabung di kelompok perempuan “Raga Jambangan” Jatilawang. Ibu Eka menulis tentang perkebunan di desanya pada tahun 2015 saat masih aktif mengikuti Sekolah Perempuan yang diselenggarakan oleh Infest Yogyakarta.

Kisah Lainnya...

Leave a Reply