Kisah Perempuan Pemimpin di Kepulauan Buton

12735656_10205728475234746_122324489_nDi sebuah desa di Kepulauan Buton dijumpai cerita tantangan perempuan dalam berkiprah di ruang publik. Seorang kader mencalonkan diri menjadi kepala desa tetapi ditentang habis-habisanoleh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Para calon pemilih mengancam memboikot Pilkades jika calonnya adalah perempuan. Upaya mereka tidak membuahkan hasil karena pada hari pemilihan bu Kades mendapatkan suara terbanyak. Ketika hari pelantikan tiba, bu Kader hampir gagal dilantik karena muncul isu ijazah palsu. Pada hari itu juga bu Kader berhasil membuktikan ijazahnya aslei setelah ada klarifikasi dari sekolah tempat dikeluarkannya ijazah tersebut. Pelantikan pun berlangsung dengan baik.

Para penentangnya tidak berhenti di sini. Pada tahun pertama bu Kader memimpin disebarkan isu Kades menggelapkan anggaran Alokasi Dana Desa. Isu tersebut dapat ditepis, bu Kaders melanjutkan tugasnya memimpin desa.

Cerita ini menunjukkan tantangan yang ditempuh perempuan untuk menjadi pemimpin di Kepulauan Buton. Secara sosial dan kultural, perempuan pemimpin kurang bisa diterima warga desa terutama para tokoh atau elit desa yang masih belum dapat menerima nilai kesetaraan dan keadilan gender.

Budaya patriarkhi yang selama ini telah mendarah daging dalam masyarakat kita seringkali menjadi tantangan terberat perempuan. Salah satu yang terus diupayakan untuk melewati tantangan ini harus dimulai dengan membuat akses dan kesempatan yang sama baik bagi perempuan maupun kelompok miskin, serta mengoptimalkan potensi yang sudah dimiliki oleh perempuan itu sendiri dan lingkungannya. Akses dan ruang akan memberikan perubahan baik pada peningkatan pengetahuan, ketrampilan serta wawasannya. Dengan bekal pengetahuan dan ketrampilannya, perempuan akan berusaha mencari jalan keluar baik lewat usaha, berorganisasi, dan berpartisipasi dalam pembangunan. Melalui pengembangan ekonomi juga mempunyai peluang bagi perempuan meningkatkan posisi tawar dan memperbaiki pola relasinya. Kepemimpinan perempuan merupakan salah satu strategi untuk mereposisi peran perempuan di desa.

(Disarikan dari buku pengalaman pemberdayaan “Reposisi Peran Perempuan di Desa” tahun 2014, yang ditulis oleh Rossana Dewi, Titik Eka Sasanti, Irma Suzanti)

 

 

About Perempuan Berkisah 174 Articles
Perempuan Berkisah menerima tulisan dari siapapun yang ingin berbagi kisah seputar isu perempuan, baik isu pendidikan, pemberdayaan, ekonomi, sosial dan isu perempuan di bidang-bidang lainnya. Tulisan dapat dikirim ke perempuan.berkisah@gmail.com. Terimakasih.

Be the first to comment

Leave a Reply