Kepemimpinan Perempuan

Kepemimpinan Perempuan dan Pembaharuan Desa
Kepemimpinan Perempuan dan Pembaharuan Desa

Kepimimpinan bukanlah sebatas bicara mengenai kekuasaan, menguasai maupun dikuasai. Definisi kepemimpinan memiliki banyak pengertian dan bervariasi ditinjau dari berbagai aspek. Namun secara umum kepemimpinan di sini dimaksud adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengaruh pada sebuah kelompok atau pendukung di dalam mencapai tujuan tertentu. Seringkali kita berdebat, apakah perempuan jadi pemimpin atau tidak? Jika ukuran kepemimpinan berarti bagaimana perempuan bisa meraih puncuk pimpinan itu. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana perubahan-perubahan terjadi.

Bagaimana perempuan bisa memperjuangkan kepentingannya, organisasinya, kelompoknya itulah yang menjadi poin penting. Hal ini sangat mungkin terjadi, karena perempuan memiliki aset dan potensi yang luar biasa yang bisa dipakai berkontribusi kepada kelompoknya termasuk kepada desa.

Kepemimpinan juga dimaknai sebagai sebagai kemampuan perempuan untuk mengambil keputusan dan mempengaruhi lingkungannnya. Lingkungan perempuan yang dimulai dari rumah tangganya, telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Baik dalam lingkungan organisasi di lingkungan terkecil, lingkungan pekerjaan rutin, lingkungan usaha hingga lingkungan masyarakat yang lebih luas. Kepemimpinan perempuan akan lahir bila perempuan mendapat kesempatan dan mendapatkan pendampingan dalam jangka panjang.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi kelompok atau pengikut untuk mencapai satu tujuan tertentu. Kepemimpinan perempuan merupakan perjuangan perempuan untuk meminta kembali pikiran mereka dan mematahkan kebisuan yang dipaksakan oleh struktur-struktur patriarkat dan institusi-institusi lain yang membatasinya.

Bicara kepemimpinan perempuan bicara mengenai proses mempengaruhi, dimulai dari unit terkecil keluarga, lingkungan sekitar, masyarakat hingga lebih luas lagi negara. Untuk mempengaruhi orang tentu tidak mudah, diperlukan kecakapan dan pengetahuan dasar yang memadai. Berikut adalah beberapa bekal perempuan untuk mempengaruhi orang lain:

1) Syarat mutlak bagi kepemimpinan perempuan adalah perspektif gender.

Kemampuan perspektif gender membantu perempuan melakukan proses refleksi dan analisis atas pengalaman hidup sehari-hari yang kemudian membimbingnya mengenali struktur-struktur lebih besar yang kadang kala tidak terlihat. Perspektif keadilan gender akan membantu pemimpin perempuan untuk melihat dirinya sebagai pembuat sejarah, bukan hanya objek pasif dari proses bersejarah.

2) Perempuan harus memiliki dan memupuk rasa percaya diri.

Ini merupakan modal untuk mempengaruhi dan memberikan “pesan dan kesan” bahwa perempuan memiliki sikap mental yang kuat. Percaya diri yang tinggi juga akan menunjang perempuan dalam menyampaikan gagasan/ide serta mengkomunikasikan dan meyakinkan kepada orang lain tentang ide/gagasan dan visi yang harus diperjuangnya bersama.

3) Kemampuan memotivasi.

Pemimpin perempuan adalah seorang motivator yang mampu membangkitkan orang lain, merangkul hati dan pikiran orang lain masyarakat desa lalu bersama-sama membangun harapan bahwa mereka bisa membuat suatu perubahan.

4) Kemampuan mengorganisasi.

Pemimpin yang baik bukanlah karena dirinya sendiri, tapi melibatkan banyak orang. Pemimpin harus menciptakan suatu tim/kelompok/oragniasai yang solid dan kuat.

Sumber: Buku “Reposisi Peran Publik Perempuan di Desa”, 2014.

Kisah Lainnya...

Leave a Reply