AMBON MANISE I: Menghangatkan Indonesia dari Pulau Buru

Dikisahkan oleh Lalita Isvara*

 

Pattimura

bandara-pattimura

Pesawat Garuda GA 279 Solo-Cengkareng akhirnya berangkat jam 18.50 terlambat 15 menit dari rencana semula. Kyai memilih duduk di kursi 56K, dan jam 20.10 mendarat mulus di Bandara yang masuk Kab Tanggerang Jawa Barat, tetapi selalu diklaim sebagai Bandara Jakarta.

Jika Bandara Solo hanya berubah pengurutan gerbang ruang tunggu, maka Bandara Cengkareng total, menjadi agak kesulitan untuk mendapatkan bus penghubung gratis (shuttle bus) antara terminal 2F untuk pesawat Garuda ke terminal 1C temlat dimana pesawat Batik Air ID 1760 akan membawa kami, berangkat 00.30 WIB dan tiba pukul 05.45 menit lebih cepat 15 menit dari yang direncanakan.

Meski bagi teman saya ini kali ke 5 mendarat di Bandara Pattimura, tetapi bagiku yang pertama. Pattimura merupakan pemuda dari Pulau Saparua yang dengan pedang khasnya menggalang perlawanan kepada Belanda.  Atas jasa membebaskan rakyat Maluku dari penjajahab Belanda, namanya dilestarikan sebagai nama Bandara Internasional Pattimura di Ambon.

Belakangan muncul protes mengapa gambarnya hanya menghias uang kertas senilai Rp 1.000, tanpa pernah ada konsultasi dan penjelasan.

Gambaran Negeri Kepulauan

Jika di bagian barat dan tengah kita berada di negeri dengan pulau pulau besar Sumatra, Kalimantan Jawa dan Suawesi, maka propinsi dengan pulau pula kecil adalah Maluku.

Pulau Seram menjadi pulau utama. Di pulau inilah Kota Ambon yang berada di tepi pantai dan teluk ini berada. Teluk itu daerah laut yang menjorokbkr daratan. Pulau lebih kecil dari Seram adalah Halmahera sam Buru sertan Saparua dan Saumlaki.

Sedangkan pulau pulau kecil seperti Kei, Yamdena, dan lain-lain banyak berada di selatan di sekitar laut Arafura di selatan dan Laut Banda di sebelah barat Pulau Buru merupakan laut dalam dengan ombak dan angon yang besar.

Terbayang jika harus menghubungkan pulau pulau tersebut betapa.mahalndan sulitnya. Sehingga gagasan poros maritim merupakan pilihan strategis untuk mengurus wujud nwgeri kepulauan nusantara. Tetapi mungkin anda tidak setuju dengan hal itu. mengapa?

Berkapal Ambon hingga Pulau Buru dengan Kapal Wayangan

Kapal-FeriBersiap tempuh perjalanan laut, dari Ambon-Namlea (ibu kota Kab . Buru) , 19.00-05.00 wit bersama keluarga dari suku suku yang ada, tidur berderet seperti ikan kering dijejer. Mohon doa restu dari kawan dan saudara.

Rasanya seperti mengendapkan kenusantaraan dan kemaritiman sebagai basis utama penyangga wilayah negara. Juga teringat bagaimana Sultan Agung menyerang Portugis di Selat Malaka, juga di VOC di Batavia dengan membuat lumbung pangan dan logistiknya di Panjer dan Kebumen.

Juga teringat bagaimana Majapahit di Trowulan mengendalikan wilayah Nusantara yang pengaruhnya menjangkau hingga ke Vietnam dan Thailand dan Mindanau.

Begitupun perjalanan para pengisi pulau Jawa awal dari India dan Timur Tengah, serta immigran China Selatan dari kalangan petani dang pedagang yang mengungsi karena perang dan kelaparan.

Terasa pula bagaimana Suku Bugis membuat Kapal Phinissi untuk mengarungi samudra dan keliling dunia dengan kapal layar made in mereka, semuanyaenggunakan laut sebagai jalut perjalanan.

Gugusan pulau pulau kecil dendan pantai pantai Indah mwnggelorakan rasa seesaeriap saat. Debur dan gamuruh ombak masyarakat dengab mata pencaharian nelayan , berkerabat dekat satu sama lain dalam satu sana ikatan kekeraban yabg disebut Pella Gandong.

Ini tergambar pada mereka mrskipun tersebar dalam kepenganutan agama yang berbeda beda tetapo tetap satu kerabat yang berasal dari marga marga yang memiliki wilayah adat dan tidak saling tumpang tindih.

Ketika lerusuhan Ambon menyeruak, dan penyelesaian secara politik tidak bisa menolong, maka Pella Gandonglah yang menjadi tit8k temu di antara kelompok kelompok yang bersengketa.

Menghangatkan Indonesia dari Pulau Buru

pulau-buru-1Kondisi tanah berbukit terjal pada bagian tepi tepi Pulau Buru yang dikepung oleh laut dalam, menjadikan pulau ini begitu panas dan kering pada bagian tepi dan dingin pada bagian tengah yang masih dipenuhi oleh hutan alam.

“Mulailah sesuatu dari tepi” begitulah orangtua bilang saat mengkonsaumsi sesuatu yang panas dan menghangat sesuatu yang dingin. Begitulah menurut penuturan para suami istri saat memulai hubungan batin dengan pasangan mereka, sebagai upaya pemanasan (warming up).

Begitupun di Pulau Buru. Di tengah terik panas kota Namrole di ibukota Buru Selatan dan Namlea di ibukota Buru Utara, menjadikan kawasan itu cocok bagi pengembangan tanaman kayu putih yang minyaknya sangat dibutuhkan oleh semua keluarga di Indonesia. Hampir setiap bayi Indonesia dihangatkan dengan minyak kayu putih dan saat malam hari serta ketika masuk angin. Tetapi sedikit yang mengetahui asal muasal minyak itu.

Pohon kayu putih tumbuh di areal yang kering dan terjal, dan pohonnya kurus-kurus. Ranting dan daunnya lah yang dipakai sebagai bahan untuk pembuatan minyak kayu putih. Bisa dibayangkan dari 1 kwintal (100 kg) daun kering pohon kayu putih hanya dihasilkan 1 kg minyak kayu putih. Sedangkan untuk memprosesnya, para pengusaha memperkerjakan sekurang-kurangnya 2 orang lelaki tegar secara fisik dan mental untuk menghadapi tungku panas dan mengangsur daun untuk bisa masuk ke dalam tungku pemanasan selama 18 jam terus menerus, dan kemudian menunggu dingin, untuk bisa terjadinya proses penyulingan sehingga air bisa terpisah dari minyak kayu putih.

Begitulah Pulau Buru yang selama ini dikenal sebagai pulau untuk tahanan politik juga menjadi penghasil minyak yang berharga untuk menghangatkan bayi-bayi di Indonesia melalui penggunaan minyak kayu putih. Bahkan, beberapa orang tidak bisa terpisah dari kayu putih saat mereka berada dalam perjalanan.

Bersambung ke AMBON MANISE 3: Petuanan dan Gadis Kayeli

====

*Tulisan berdasarkan pengalaman Lalita Isvara saat berkunjung ke Ambon Manise. Tulisan ini merupakan catatan perjalanannya selama di Ambon.

Kisah Lain

Spread the good inspiration
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.