Kisah Lurah Perempuan Menghadapi Preman Tanah

SENGKETA tanah masih menjadi masalah utama di Palangka Raya. Dari sana banyak memunculkan preman-preman yang mendapat perintah demi memenangkan sengketa tersebut.

Bahkan tidak sedikit para preman mendatangi pejabat berwenang, hingga melakukan ancaman. Ada pula yang datang untuk memberikan uang dengan nominal besar yang tujuannya supaya proses sengketa dapat dimenangkan oleh orang yang memberi uang tersebut.

Inilah yang pernah dirasakan Lurah Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kamala Ratna. Mantan Pegawai Kantor Kecamatan Jekan Raya bagian pemerintahan itu menyebut sering didatangi para preman.Bukan di kantor kerjanya, melainkan langsung di kediamannya. Ada yang memaksa minta tanda tangan persetujuan bahwa tanah tersebut benar milik majikan, ada yang mengancam hingga memberikan uang. Namun semua iming-iming itu tidak diterima oleh Kamala.

“Saya sering didatangi preman di rumah. Saya jelaskan semua. Mereka meminta saya agar tanda tangan. Terus ada juga yang mengancam,” kata Kamala saat berbincang dengan Borneonews di kantor kelurahan, Jumat (6/11/2015).

Kamala juga mengaku preman yang datang ke rumahnya sering mengulurkan amplop yang berisikan uang. Bahkan ada yang berani memberi secara terang-terangan dengan jumlah Rp250 juta.

“Waktu itu saya katakan, mohon maaf saya tidak menerima uang. Saya katakan, kalau semua itu saya terima, berarti saya membuat masalah baru,” ungkap lurah yang menjabat sejak Maret 2015 lalu.

Pengalaman selama bertugas di kantor kecamatan juga menjadi pegangan Kamala dalam menghadapi setiap masalah sengketa tanah. Meski demikian, Kamala juga tidak memungkiri jika kedatangan preman ke rumahnya sempat mengusik ketenangan keluarga. Terlebih Kamala juga berprinsip, saat di rumah maka posisinya sebagai ibu rumah tangga.

“Memang merasa terancam. Tapi dalam hati saya, kalau benar dan kita tidak membela salah satunya atau netral, maka tidak akan terjadi apa-apa. Seperti beberapa hari lalu di sini (kantor kelurahan) ada proses mediasi. Ada orang yang hendak memberikan uang. Tidak saya terima. Dari hasil mediasi, yang menang adalah orang yang benar-benar bersih atau tidak ada niat memberikan uang,” tuturnya.

====
Penulis: BUDI YULIANTO/B-10, sumber: borneonews

Kisah Lain

Spread the good inspiration
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a comment