Warga Desa Langgar Kampanyekan Anti Pernikahan Anak

Ratusan warga Desa Langgar Kecamatan Sluke, Rembang, Minggu (17/1) siang menggelar aksi kampanye menolak pernikahan anak. Dengan membawa poster bernadakan kampanye anti pernikahan anak, mereka berjalan keliling kampung sejauh sekitar empat kilometer.

Acara ini dipelopori oleh Komisi Perlindungan Anak Desa (KPAD) Langgar bekerja sama dengan Plan Rembang. Bagian Advokasi KPAD Langgar, Edi Masiran mengungkapkan, tujuan acara ini untuk memahamkan masyarakat akan pentingnya menghindari pernikahan anak di bawah umur.

Sebab, bagaimanapun juga pernikahan anak di bawah umur akan membawa dampak negatif bagi mereka. Salah satu dampak negatif yang dimaksud Edi adalah, anak akan kehilangan hak-hak yang seharusnya bisa mereka dapatkan, seperti hak pendidikan.

“Kegiatan ini pertama kali digelar dan semua warga mendukungnya. Mereka juga membubuhkan tanda tangan dukungan di kain putih yang disediakan panitia. Kami ingin mereka menghindari pernikahan anak di bawah umur,” jelas Edi.

Edi mencatat, kasus pernikahan anak di bawah umur di Desa Langgar memang relatif kecil. Terakhir, kasus tersebut terjadi pada sekitar tahun 2009 silam. Meskipun demikian, baginya sangat penting kembali mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya menghindarkan anak menikah di bawah umur.

Sebelum ada kampanye anti pernikahan di bawah umur, Edi dan perangkat Desa Langgar sudah berkomitmen untuk lebih mendukung pendidikan anak. Hanya saja, hal itu tidak melalui deklarasi resmi seperti saat ini.

“Dengan adanya deklarasi ini, maka seluruh masyarakat secara otomatis sudah berkomitmen untuk tidak mendukung pernikahan anak di bawah umur. Intinya menghindarkan terjadinya pernikahan bagi anak usia 0-18 tahun,” ujarnya.
(Ilyas al-Musthofa/CN41/SMNetwork)

sumber: suaramerdeka

About Perempuan Berkisah 174 Articles
Perempuan Berkisah menerima tulisan dari siapapun yang ingin berbagi kisah seputar isu perempuan, baik isu pendidikan, pemberdayaan, ekonomi, sosial dan isu perempuan di bidang-bidang lainnya. Tulisan dapat dikirim ke perempuan.berkisah@gmail.com. Terimakasih.

Be the first to comment

Leave a Reply