SENANDUNG PEREMPUAN LAJANG: Sepi, Dingin, Merdeka!

Lajang itu sepi. Dingin. Merdeka. Tetapi sengsara. Sepi karena harus melewati tataran waktu serba sendiri. Dingin karena harus melampaui malam tanpa kawan. Merdeka, karena bebas mengambil keputusan sendiri. Tetapi sengsara karena harus cari yang untuk dimakan dan tempat tinggal sendiri tanpa ada yang mengawani. Hanya meratap dan berharap pada Pencipta.

Oleh: Rumiarsih Selokerto*

Pada perempuan lajang berkumpul begitu banyak potensi. Tetapi umumnya, kaum laki laki hanya mengenali potensi kecantikan fisiknya. Padahal di sana ada 5 potensi terpendam yang menjadi rahasia rahasia perempuan sejati. Banyak perempuan menjalani hidupnya tanpa konsep diri yang jelas yang dibangunnya sendiri. Sebaian besar dibentuk oleh keinginan orangtuanya dan orang orang di sekitarnya. Keadaan yang demikian hanya menjadikan seorang perempuan lajang tidak pernah menjadi diri sendiri dan hanya menjadi bagian dari bangynan mimpi atau cita cita orang lain.

Perempuan lajang sebenarnya merupakan perempuan berdaya.Ia pribadi merdeka yang berhak atas tubuhnya sendiri, pikirannya, dan kemauannya untuk membantu mengantarkannya melewati kehidupan dari masa ke masa. Perempuan lajang berhak menciptakan masa depan (creates her own future) sebagaimana yang didambanya. Termasuk dalam hal ini adalah siapa yang kelak bisa mendampinginya, dengan sejumlah kriteria yang ditetapkannya sendiri.

LIMA POTENSI DASAR

Dengan lima potensi dasar yang dimiliki memungkinkan perempuan lajang hadir sebagai pribadi yang utuh, berdaya, maju, mandiri dan bermanfaat dalam mendorong terjadi perubahan dalam kehidupan. Namun sayang, di saat begitu pentingnya lima potensi dasar perempuan lajang, kaum laki laki hanya berbangga ketika mendapatkan perempuan lajang, dan lupa dengan yang lima itu.

Dalam kesendirian itulah perempuan lajang merdeka. Kelajangan memang sebuah status penting bagi perempuan, namun bukan segalanya. Karena masih ada kualitas lain yang sebenarnya bisa dihargai dari seorang perempuan lajang sebagai berikut.

Pertama, potensi intelektual

Berupa kemampuan perempuan lajang dalam memahami masalah dan potensi yang ada di sekitarnya, serta mengambil keputusan terbaik di antara kepentingan bebrbagai pihak. Kedua, potensi emosional, berupa kemampuan perempuan lajang dalam menenggang rasa menghadapi berbagai perbedaan pendapat dalam hubungan dengan sesama keuarga dan orang banyak. Dalam keadaan ini, perempuan lajang tidak mudah terpancing dan mengendalikan rasa dengan baik.

Ketiga, potensi relasional.

Potensi ini berupa kemampuan perempuan lajang dalam membangun hubungan kerjasama secara saling menguntungkan dengan menyeimbangkan pemihakan lebih ke arah penyelesaian daripada kepentingan masing masing masing pihak.

Keempat, potensi manajerial.

Perempuan lajang meski belum terlalu matang memiliki kemampuan untuk mengatur lebih banyak hal sendiri dan tidak banyak menanti perintah dan didikte oleh orang lain.

Kelima, perempuan lajang memiliki potensi politik.

Yakni mempunya posisi tawar yang bisa mengubah arah keputusan keluarga, organisasi dan masyarakat secara luas.

Demikianlah, potensi potensi non fisik perempuan lajang yang menjadi bagian dari kehormatan perempuan yang selama ini belum banyak dipertimbangkan dan diperhitungkan secara matang oleh kaum laki laki.

Bahwa perempuan itu cenderung cantik dan menarik itu adalah kewajaran alami. Tetapi, kecerdasan perempuan itulah sebenarnya yang lebih diminati dan mendongkrak citra dan martabat kaum laki laki yang menjadi suaminya.

Jadi tidak perlu menyesal saat kaum lelaki mendapatkan jodoh seorang perempuan yang secara fisik tidak terlalu menarik, karena padanya tersimpan lima potensi penting yang harus lebih banyak disyukuri dan dikembangkan.

====

Keterangan punulis: Kisah ini ditulis oleh Rumiarsih, di Selokerto, pada 2 Maret 2017, dan telah dishare olehnya di grup Komunitas Perempuan Pembaharu Desa.

About Perempuan Berkisah 174 Articles
Perempuan Berkisah menerima tulisan dari siapapun yang ingin berbagi kisah seputar isu perempuan, baik isu pendidikan, pemberdayaan, ekonomi, sosial dan isu perempuan di bidang-bidang lainnya. Tulisan dapat dikirim ke perempuan.berkisah@gmail.com. Terimakasih.

Be the first to comment

Leave a Reply