• Fiksi

    Perempuan Tangguh dari Petuguran

    Kayu-Kayu Tangannya keras bagaikan kayu Mahoni yang telah berumur ratusan tahun siap untuk ditebang dan dijadikan bahan membuat pintu rumah. Dikisahkan oleh Hartati*   “Andai aku menjadi kayu saja, maka aku tidak perlu bekerja keras mencari sesuap nasi seperti sekarang ini. Aku cukup berdiri kokoh berjejer dengan pohon-pohon yang lain menunggu turunnya hujan sehingga dahaga hilang, karena akar-akarku siap menyedot air yang jatuh ke tanah. Seluruh daun-daunku pun cukup bergelantungan rapi direrantingan, maka matahari akan datang setiap harinya untuk memberiku sinar yang akan aku gunakan untuk membuat makananku lewat proses fotosintesis. Aih” Cek-cek-cek, dengan kekuatan tangannya dia memotong ranting-ranting kering yang dia temukan di kebun tetangganya. Satu-persatu dia kumpulkan. Keringatnya…

  • Inspirasi

    Kisah Para Perempuan Desa yang Tak Pernah Bekerja di Luar Rumah

    ”Dulunya kerajinan tangan ini tidak terlihat. Para perempuan mengerjakannya sebagai hobi dan menaruhnya di lemari. Pertama-tama mereka tidak percaya orang dari Tel Aviv datang ke sini dan membeli produk mereka, namun itu yang terjadi.” Dikisahkan oleh Sara Toth Stub*   Di dalam rumah batu berkamar satu di Desa Hurfeish, yang terletak di pegunungan sebelah utara Israel, sekitar 40 perempuan berkerumun menduduki bangku kayu, kursi plastik, dan sofa berbahan kulit. Pakaian mereka seperti seragam, dengan warna hitam atau biru gelap, pakaian terusan atau rok panjang, serta kerudung putih transparan yang menyelimuti kepala. Tangan mereka sibuk menjahit, membuat sulaman berwarna-warni. Selama berabad-abad, kerajinan tangan tersebut merupakan pekerjaan sambilan kaum perempuan Druze, komunitas…