Aisyah Memperjuangkan Hak-hak Perempuan

Ketika Aisyah mengumumkan niatnya untuk melakukan perbaikan sosial dan politik, masyarakat pun menyambutnya dengan antusias. Ada sekitar 700 orang dari Mekah dan Madinah yang bergabung untuk membentuk pasukan di bawah kepemimpinan Aisyah.

Dikisahkan oleh Alimah Fauzan*

Aisyah adalah seorang pembela kaum perempuan, sekaligus pembela hak-hak mereka. Aisyah R.A yang saya maksud adalah Aisyah isteri Nabi Muhammad SAW. Namun saya tidak akan panjang lebar memaparkan biografinya secara detail, hanya informasi singkat tentang kiprahnya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Aisyah selalu membantah orang-orang yang berusaha merendahkan derajat perempuan. Ketika ia mendengar sebuah riwayat bahwa anjing, keledai, dan perempuan bisa membatalkan shalat, maka ia berkata, “Jadi, perempuan sama dengan binatang yang hina? Betapa buruk kalian membandingkan kami dengan dengan keledai dan anjing, padahal aku pernah berbaring seperti jenazah di hadapan Rasulullah saw, yang sedang melaksanakan shalat.” (HR Thayalisi)

Di dalam riwayat lain, Aisyah berkata, “Ketika Rasulullah saw. hendak sujud, beliau menyentuh kakiku. Aku pun mengangkat kakiku, lalu beliau bersujud.” (HR Abu Dawud)

Hadits di atas berisi bantahan terhadap para ahli fiqih yang menyatakan bahwa menyentuh kulit seorang perempuan bisa membatalkan wudhu.

Aisyah juga murka mendengar hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Pertanda buruk (thiyarah) itu terletak pada tiga hal: perempuan, binatang, dan tempat tinggal.”

Aisyah kemudian berkata, “Demi Tuhan yang telah menurunkan Al-Qur’an kepada Muhammad, bukan perkataan seprti itu yang diucapkan Rasulullah saw. Beliau hanya mengatakan bahwa orang-orang Arab di masa jahiliah meyakini bahwa pertanda buruk ada pada tiga hal itu.” (HR Ahmad)

Ada banyak persoalan hukum yang diriwayatkan oleh ulama Fiqih. Aisyah biasanya memilih pendapat yang mendatangkan lebih banyak kemudahan bagi kaum perempuan. Hal ini wajar karena apabila dibandingkan dengan ulama-ulama Fiqih yang berjenis kelamin laki-laki, Aisyah tentu lebih mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi kaum perempuan. Setelah merumuskan pendapatnya sendiri, Aisyah kemudian memberitahukan pilihannya kepada para perempuan muslim.

Akan tetapi, pendapat Aisyah dalam persoalan-persoalan fiqih, tidak ia rumuskan tanpa perhitungan. Buktinya, mayoritas ahli fiqih menganggap bahwa pendapat Aisyah lebih tepat dan layak digunakan secara luas di wilayah-wilayah muslim di seluruh penjuru dunia.

Dalam biografi intelektual Aisyah dalam buku “Aisyah, the True Beauty” yang saya baca, Aisyah tidak hanya memiliki pengetahuan tentang Al-Qur’an, namun juga pengetahuan tentang Fiqih dan Qiyas; pengetahuan di bidang Tauhid dan Akidah; pengetahuan tentang rahasia-rahasia syariat; pengetahuan tentang Pengobatan, Sejarah, Orasi, dan Syair; Aisyah juga mengajar, memberi Fatwa, dan membimbing umat Islam, serta sejumlah jasa Aisyah kepada Kaum Perempuan.

Ketika Aisyah mengumumkan niatnya untuk melakukan perbaikan sosial dan politik, masyarakat pun menyambutnya dengan antusias. Ada sekitar 700 orang dari Mekah dan Madinah yang bergabung untuk membentuk pasukan di bawah kepemimpinan Aisyah.

Sejarah mencatat bahwa para sahabat banyak belajar mengenai permasalahan agama dan hukum-hukum fiqih kepada Aisyah karena pengetahuan Aisyah  yang sangat dalam di bidang itu. Aisyah menjadi sumber yang sangat tidak diragukan dalam bidang ilmu pengetahuan, persoalan-persoalan agama, serta Al-Qur’andan As-Sunah. Di samping itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang sangat berhati-hati dalam persoalan-persoalan personal. Asiyahlah yang mengetahui rahasia-rahasia Rasulullah saw dan meriwayatkan banyak hadits yang didengarnya dari beliau.

=====

Penulis adalah penggagas komunitas perempuan pembaharu desa; dan menulis catatan pembelajaran pemberdayaan di sekolahdesa.

About Perempuan Berkisah 172 Articles
Perempuan Berkisah menerima tulisan dari siapapun yang ingin berbagi kisah seputar isu perempuan, baik isu pendidikan, pemberdayaan, ekonomi, sosial dan isu perempuan di bidang-bidang lainnya. Tulisan dapat dikirim ke perempuan.berkisah@gmail.com. Terimakasih.

Be the first to comment

Leave a Reply