Suami Isteri, Cukup Saling “Menghormati” bukan “Menghamba”

Suami atau isteri atau pasangan itu bukan tuhanmu, bukan sesembahanmu, bukan tempatmu bergantung dan tergantung. Jangan buat perkawinan, anak, nafkah menjadi tali pertaruhan hidupmu yang membuat kamu begitu tak berdaya untuk menolak apapun yang diperlakukan dan diberlakukannya kepadamu. Menempatkan siapapun sebagai tuhanmu hanya akan membuat dia meyakini dapat melintasi batas dari manusia menjadi sesembahan. Rumah tangga seharusnya tak dijadikan sebagai ruang ibadah untuk penyembahan berhala-berhala. Rumah tangga seharusnya menjadi ruang untuk tumbuh kembang semua anggotanya sebagai manusia yang manusiawi. Jangan biarkan seseorang menjadi maha kuasa di rumah melewati batasnya sebagai manusia berakal budi. Jalan Tauhid adalah jalan untuk menolak segala bentuk penuhanan manusia atas manusia. Jadikanlah dirimu hamba hanya bagi Tuhanmu: bukan suamimu.

***

*Sebuah catatan singkat penuh makna dari Lies Marcoes, seorang Feminis Muslim Indonesia, tentang almarhum suaminya suatu hari di awal berkeluarga melalui akun facebooknya.

About Perempuan Berkisah 168 Articles
Perempuan Berkisah menerima tulisan dari siapapun yang ingin berbagi kisah seputar isu perempuan, baik isu pendidikan, pemberdayaan, ekonomi, sosial dan isu perempuan di bidang-bidang lainnya. Tulisan dapat dikirim ke perempuan.berkisah@gmail.com. Terimakasih.

Be the first to comment

Leave a Reply