Mengenal Perempuan Produktif di Pedesaan, Siapa Saja Mereka?

Di tengah sekian kesibukan kerja-kerja domestik dalam rumah tangganya, juga dengan segala keterbatasannya, mereka tetap bergerak demi kebutuhan sehari-hari. Mereka bergerak bukan hanya untuk dirinya, namun juga untuk keluarga dan lingkungannya. Yang mungkin saja aktivitas mereka ini tidak pernah ditemui atau bahkan tidak ada di tempat kita tinggal. Belajar dari produktivitas mereka, mungkin kreativitas mereka bisa menjadi inspirasi meningkatkan ekonomi perempuan.

Dikisahkan oleh Alimah Fauzan*

Di balik bebukit itu, kulihat perempuan, mereka bangun lebih pagi daripada lelakinya. Di balik gegunung itu, kulihat perempuan, sosoknya menembus kabut. Kaki dan tangan mereka begitu kokoh. Mereka menjalankan peran apapun. Publik, domestik, dan komunitas. Di setiap tempat baru yang kutemui, mereka selalu ada dan nyaris serupa. Bahkan dalam kondisi geografis yang berbeda, pun energi mereka sama kuatnya. Seperti beberapa desa yang pernah kukunjungi. Desa di sebuah daerah yang dilingkari gegunung, sungai dan waduk. Yaitu di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ketika berada di tengah sebuah tempat baru terutama di desa-desa, apa yang muncul di pikiran kita? Kekayaan alamnya? Kulinernya? Atau keunikan budaya dan aktivitas masyarakatnya? Yah, selain keindahan alamnya yang tersembunyi, yang saya perhatikan adalah kehidupan para perempuannya. Di Kabupaten Banjarnegara, kita tidak hanya akan menemukan desa dengan kondisi cuacanya yang panas. Namun juga desa dengan cuacaranya yang sangat dingin. Bukan hanya desa dengan jalanannya yang datar, namun juga penuh terjal dan naik turun gunung. Bukan hanya desa yang dilingkari waduk, sungai, namun juga perhutanan.

Nah, kali ini saya akan berbagi tentang beragam aktivitas para perempuan tangguh dan produktif di beberapa desa. Di tengah sekian kesibukan kerja-kerja domestik dalam rumah tangganya, juga dengan segala keterbatasannya, mereka tetap bergerak demi kebutuhan sehari-hari. Mereka bergerak bukan hanya untuk dirinya, namun juga untuk keluarganya. Yang mungkin saja, aktivitas mereka ini tidak pernah ditemui atau bahkan tidak ada di tempat kita tinggal. Belajar dari produktivitas mereka, mungkin kreativitas mereka bisa menjadi inspirasi meningkatkan ekonomi perempuan.

Perajin Batik

Di desa-desa yang dikenal dengan batik khasnya, di dalamnya pasti ada para perajin batiknya. Salah satunya di Banjarnegara yang sangat khas dengan batik tulisnya. Seperti di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Di desa ini terdapat banyak aset dan potensi, salah satunya adalah batik. Batik sudah cukup terkenal di berbagai kalangan dan masyarakat berbagai daerah. Batik ini merupakan warisan turun temurun dari para orang tua terdahulu. Batik Gumelem mempunyai ciri khas tersendiri dari batik-batik yang lain, dari motif dan nama-nama batik, ada batik sida luhur, sida mukti, pring sedapur, wahyu temurun, dan lain sebagai.

Di desa Gumelem Kulon, tepatnya di RW 03 yang menjadi pusat batik Gumelem Kulon. Di sini terdapat 2 orang pengusaha batik, yaitu mbok Sartinem dan mba Ngisri, namun msih banyak lagi pembatik lainnya. Pembatik di Gumelem Kulon adalah mereka para perempuan yang berkreasi di atas kain putih dengan pena canting berisi lelehan malam dengan menulis, mengukirnya. Setelah pekerjaan rumah selesai mereka mulai membatik. Selain untuk berkreasi juga untuk mendapatkan penghasilan guna membantu perekonomian keluarga. Membatik memakan waktu cukup lama, satu kain dengan motif yang rumit bisa selesai dalam waktu satu minggu, dengan harga 30-40 ribu, sedangkan satu kain dengan mutif sederhana bisa dalam waktu 4 hari dan dijual dengan harga 20ribu. Di sisi lain, terkadang kerja keras mereka tidak seimbang dengan apa yang mereka dapatkan. Selain karena proses pembuatan batik yang panjang dan lama, juga karena para pengusaha merasa kesulitan dalam hal pemasaran.

Perajin Bambu

Masih di desa yang sama, yaitu Desa Gumelem Kulon. Di desa ini terdapat perajin bambu. Namun bukan perajin bambu biasa, mereka adalah perajin berkebutuhan khusus (difabel). Mereka membuat berbagai macam kerajinan dari bambu, dari tampah, rinjing, capon, kuson, irig, ceting, srumbung makanan, dan lain sebagaianya. Semua kerajinan itu ia buat dari bambu. Kerajinan itu merupakan kebutuhan rumah tangga.

Pengusaha UMKM

Para perempuan di Desa Karangkemiri, selain menjadi buruh tani juga sebagai pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lalu apa saja produk usaha mereka? Membuat kue canthir dan keripik singkong, kue dengan bahan baku singkong. Selain itu juga ada yang membuat baby fish yang dikenal dengan gajahmina atau celili. Celili bahan bakunya adalah ikan yang didapat langsung dari waduk Mrica di desa tersebut. Selain itu juga membuat ciwel dan gethuk dengan bahan baku singkong. Produk tersebut merupakan produk unggulan desa Karangkemiri. Konon, katanya hampir tidak bisa ditemukan di daerah lain, dengan mutu dan cirik hasnya seperti yang ada di desa ini.

Perempuan Peternak Ayam, Puyuh dan Sapi

Masih di Desa Karankemiri, perempuan di desa ini juga ada yang bekerja di peternakan sapi, kambing, bebek, ayam pedaging (broiler), ayam kampung, puyuh, dan lain-lain. Ini merupakan salah satu aset dan potensi di desa, karena dari usaha peternakan mereka dapat membantu perekonomian keluarga dan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan protein seperti daging ayam atau telur.

Pembuat Bulu Mata Palsu

Para perempuan perajin bulu mata palsu, juga dapat kita temukan di beberapa desa di Kabupaten Banjarnegara. Termasuk di Desa Gumelem Kulon dan Desa Karangkemiri. Mereka bekerja merangkai bulu mata palsu, sedangkan produksinya sendiri dikirim ke pengepul. Namun demikian profesi yang satu ini merupakan primadona bagi para ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan di luar rumah. Pekerjaan ini dapat dikerjakan sambil mengajak anak bermain, yang penting penglihatannya masih bagus. Pekerjaan ini butuh ketelatenan dan kesabaran.

Perajin Kerang

Di Desa Gumelem Kulon, kita juga bisa menemukan para perempuan yang membuat kerajinan kerang. Kerajinan kerang merupakan kerajinan yang dibuat dari hasil kerang laut. Kerajinan ini sangat indah, baus, dan cantik. Selain itu terdapat keserasian warna asli kerang yang tata rapi membuat ciri khas kerajinan. Terdapat cukup banyak jenis kerajinan kerang yaitu kerajinan merak, ISI 2, ISI 3, garuda, pengilon, ISI 10, rajawali, jago, korden, dan lain-lain. Kurang lebih sudah 25 tahun kerajinan ini berkembang. Kelompok pengrajin tersebut lebih banyak dari kalangan perempuan atau ibu-ibu. Selain untuk berekreasi, anggota juga mendapatkan penghasilan tambahan yang dapat digunakan untuk membantu perekonomian keluarga. Mereka membuat kerajinan dirumah mereka sendiri, sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan rumah dahulu.

Perempuan Buruh Tani dan Kebun

Di banyak desa di Indonesia, kita akan selalu menemukan desa-desa dengan kekayaan alamnya. Salah satunya adalah sektor pertanian mereka. Entah buruh tani padi, kebun karet, cengkeh, sawit, salak, dan jagung. Buruh tani padi adalah yang paling banyak. Termasuk di desa-desa di Kabupaten Banjarnegara. Di antaranya seperti Desa Karangkemiri, selain di lingkari waduk, desa ini juga kaya akan pertaniannya. Buruh perempuan di desa ini juga cukup banyak. Meskipun banyak, namun desa ini masih sering kekurangan buruh tani di masa-masa panen.

Masyarakat di Desa Karangkemiri memang sebagian besar berprofesi sebagai buruh tani, terutama kaum perempuan. Pada waktu musim tanam hampir setiap hari mereka menjadi buruh tanam. Terkadang petani juga sampai kesulitan mencari buruh tanam. Kenapa? Karena waktu bercocok tanam tiba berersamaan. Petani terkadang juga kesulitan mencari kuli, karena kebanyakan masyarakat lebih suka bekerja di depot pasir.

Selama ini, penghasilan dari buruh tani belum mampu sejahterakan keluarga. Tugas buruh tani di antaranya adalah pembuatan lahan, menanam, penataan pupuk dan matun hingga panen. Untuk buruh tanam dan kuli pacul, upah yang didapat berkisar kurang lebih 25.000-30.000 rupiah. Ini berlaku sampai setengah hari. Apabila waktu kerja sampai sore maka mendapat tambahan sesuai dengan jam kerjanya. Perempuan buruh tani, pun bisa kita temui di hampir semua desa di Kabupaten Banjarnegara, begitupun daerah lainnya.

Perempuan dan Kegiatan Sosial

Selain memiliki beragam profesi, perempuan di Desa Karangkemiri juga sangat aktif di kegiatan sosial. Kegiatan sosial bukan sekadar kegiatan berkumpul tanpa hasil. Mungkin hasil mereka tidak semuanya terwujud secara fisik dan dalam jangka waktu cepat. Namun kiprah mereka telah menghasilkan sekian program dan kebijakan yang mengubah nasib perempuan di desa lebih baik lagi. Baik di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan lain-lain.

Di setiap desa ada Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan “10 program pokok”-nya.Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan “10 program pokok”-nya.

Selain PKK, ada sejumlah organisasi sosial kemasyarakatan, serta yang juga cukup dikenal di Desa adalah Kelompok Wanita Tani (KWT). Seperti KWT di Desa Karangkemiri, mereka memanfaatkan pekarangan rumah atau menjadikan kawasan rumah pangan lestari (KRPL). KWT juga manfaatkan lahan tidur di pekarangan atau bisa disebut Melati Harum (Memanfaatkan Lahan Tidur Halaman Rumah). KWT juga melakukan usaha budidaya ikan dengan menggunakan metode Bioflok. Metode Bioflok adalah suatu cara untuk membudidayakan ikan yang mudah khususnya untuk wanita tani tani karena tidak perlu memerlukan lahan yang untuk menampung ikan karena cukup dengan cara membuat tempat dengan alat khusus dari besi dan hasilnya melingkar seperti drum atau (Bioflok).

Nah, apakah beragam profesi tersebut ada di desa atau daerah tempat kita tinggal? Apa yang saya tulis ini hanya beberapa saja di antara beragam profesi lainnya. Di desa tempat saya tinggal, beberapa profesi pada umumnya adalah guru, buruh tani, bidan, dan beberapa profesi yang dikenal orang Indonesia pada umumnya. Selain profesi kreatif dan produktif para perempuan di desa, tentunya masih banyak lagi hal menarik lainnya. Namun satu hal yang terpenting dari apa yang dilakukan perempuan adalah dia tidak sekadar bekerja dan berkarya untuk dirinya, namun juga untuk keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Tapi, ini baru di beberapa Desa di Kabupaten Banjarnegara log, belum lagi beragam kegiatan produktif perempuan di daerah lainnya di Indonesia. Pastinya begitu beragam aktifitas perempuan yang kreatif dan produktif selain kegiatan di atas.

 

=======

Keterangan Penulis:  Alimah Fauzan , seorang ibu, pembelajar, bekerja, berkarya, dan berbagi pembelajaran di sekolahdesa. Berbagi pengalaman parenting dan cerita inspiratif lainnya di alimahfauzan.id. Bisa dihubungi melalui email: alimah.fauzan@gmail.com. Tulisan ini merupakan pengalaman pribadinya selama belajar bersama komunitas Perempuan Pembaharu Desa di Kabupaten Banjarnegara dalamkerja-kerja pengorganisasian masyarakt bersama Infest Yogyakarta.

Sumber gambar:

  1. Perajin Bambu
  2. Perajin Batik
  3. Perempuan peternak: ig: @alimah.fauzan
  4. Pembuat bulu mata palsu : ig: @alimah.fauzan
  5. kerajinan kerang
  6. Buruh Tani: ig: @alimah.fauzan

 

About Perempuan Berkisah 174 Articles
Perempuan Berkisah menerima tulisan dari siapapun yang ingin berbagi kisah seputar isu perempuan, baik isu pendidikan, pemberdayaan, ekonomi, sosial dan isu perempuan di bidang-bidang lainnya. Tulisan dapat dikirim ke perempuan.berkisah@gmail.com. Terimakasih.

Be the first to comment

Leave a Reply