Begini Cara Perempuan Melindungi Diri dari Kejahatan Seksual

Dikisahkan oleh Jihan Andreanny*

Hari yang indah, tidak adanya kekerasan, hidup dengan tenang dan tentram merupakan hal yang didambakan oleh semua orang. Melakukan aktivitas tanpa perlu takut akan bahaya yang terjadi karena kejahatan mengintai, menjadi hal yang diimajinasikan oleh semua orang. Namun, pada kenyataannya, kejahatan ada di mana-mana, semua orang harus waspada kepada semua yang ada di sekitarnya. Setidaknya untuk menghindari apa yang menjadi ancaman bagi kita yang dapat terjadi secara disengaja atau tidak disengaja oleh orang orang yang berada di sekitar kita.

Berkaca dari Kisah Agni dan Korban Perkosaan Lainnya

Indonesia baru-baru ini digegerkan dengan berita tragis yang menimpa seorang mahasiswi yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku. Adalah Agni, korban perkosaan yang dilakukan oleh teman mahasiswanya yang sedang sama-sama mengikuti proses KKN. Selain Agni, ada juga WW, salah satu mahasiswi Universitas Brawijaya (Unibraw) korban perkosaan yang dilakukan oleh temannya.

Agni dan WW pada akhirnya sama-sama memiliki keberanian untuk melaporkan apa yang mereka alami kepada pihak berwajib. Namun, proses hukum serta sejumlah sanksi sosial di lingkungan sekitar masih menjadi sesuatu yang berat untuk dihadapi. Agni misalnya, Agni tidak tinggal diam atas pelecehan yang menimpanya. Ia masih memiliki kekuatan untuk menceritakan apa yang dialaminya pada seorang teman di Yogyakarta. Temannya juga menyarankan agar segera melaporkan apa yang dialaminya ke pihak berwajib.

Laporan yang diberikan oleh Agni pada akhirnya ditanggapi oleh pihak berwajib, dan mendapatkan respon berupa datangnya beberapa utusan dari pihak berwajib. Pertemuan tersebut berlanjut dengan tertangkapnya pelaku seminggu setelah laporan diberikan yaitu pada tanggal 16 Juli 2017.

Perempuan Korban Bertubi-tubi

Selain ke pihak berwajib, Agni juga memberanikan dirinya untuk melapor kepada sejumlah penjabat di lingkup Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Hingga akhirnya, laporannya tersebut masuk pihak rektorat. Agni yang menjadi korban dan mencoba melaporkan pelecehan yang terjadi kepada dirinya, namun sayangnya bukannya mendapatkan sebuah pembelaan, Agni justru mendapatkan nilai C di mata kuliah KKN tersebut.

Pihak dari UGM juga mengambil tindakan dengan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Hal ini dikatakan oleh Iva Ariani selaku Kabid Humas dan Protokol UGM. Kasus tersebut dibawa ke ranah hukum berikut dengan rekomendasi kepada Agni berupa evaluasi nilai KKN, hingga pemberian konseling. Selain itu Iva juga memberikan keterangan bahwa pihak kampus akan tetap menjaga dan mempertahankan hak Agni sebagai korban.

Pelanggaran yang dilakukan oleh HS kepada Agni tercantum dalam KUHP yang diatur dalam Buku Kedua tentang Kejahatan, yaitu Bab XIV tentang Kejahatan Kesusilaan (Pasal 281 sampai Pasal 303). Seperti perbuatan cabul yang dilakukan oleh laki laki atau perempuan yang telah kawin (Pasal 284), Pemerkosaan (Pasal 285), atau membujuk berbuat cabuk orang yang masih belun dewaa (Pasal 293).

Menurut R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul KUHP Serta Komentar-Komentarnya menyebutkan bahwa “Yang dimaksudkan dengan “perbuatan cabul” ialah segala perbuatan yang melanggar kesusilaan (kesopanan) atau perbuatan yang keji, semuanya dalam lingkungan nafsu birahi kelamin, misalnya: cium-ciuman, maraba-raba anggota kemaluan, meraba-raba buah dada dsb.”

Peran Penting Media Sosial

Kasus yang menimpa Agni pada akhirnya muncul melalui petisi online yang mendukung Agni sebagai korban dan menuntut keadilan bagi penyitas dan penuntasan dugaan pemerkosaan yang terjadi tersebut. Petisi online ini dibuat dan tertuju untuk UGM dengan tajuknya yaitu “Usut tuntas kasus pemerkosaan KKN UGM”. Hal ini dikarenakan adanya bagian yang mengganggu banyak orang yang mengetahuinya, yaitu salah satu penjabat UGM yang menganalogikan Agni sebagai ikan asin yang justru memancing kucing yang merupakan pelaku dari kasus tersebut.

Pengaruh media sosial (Medsos) telah memudahkan orang orang untuk menyebarkan suatu infomasi yang ada, mulai munculnya petisi online yang mendukung Agni. Tagar #SaveAgni banyak bermunculan di media sosial untuk membantu menyebarkan dan membuat orang lain mengetahui adanya kasus tersebut. Dengan adanya petisi ini juga membuat pihak yang terkait menjadi lebih memperhatikan dan tidak melupakan adanya kasus tersebut. Dengan adanya petisi ini juga membuat orang menjadi lebih terbuka untuk menanggapi kasus tersebut dan ikut membantu Agni dalam mengatasi masalahnya tersebut.

Perlindungan Diri Perempuan dalam Kondisi Darurat

Siapapun orangnya, tak ada yang menginginkan dirinya dalam kondisi sebagai korban kejahatan apapun bentuknya. Apalagi kejahatan seksual dengan beragam jenisnya. Namun, dalam kondisi tertentu kita juga tidak bisa menghentikan tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang lain. Kapan pun dan pada siapa pun bisa saja terjadi. Jadi setidaknya, kita bisa melakukan beberapa hal berikut ini sebagai bekal melindungi diri dalam kondisi darurat kejahatan seksual. Dari beberapa artikel yang saya baca, salah satunya yang ditulis oleh Lori Mora, setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan berikut ini:

  • Waspada dengan kondisi sekitar

Saat berjalan sendirian, perempuan sebaiknya tetapi waspada memperhatikan suasana sekitar. Terutama saat berada di tempat-tempat yang terlihat sepi dan berbahaya. Selain itu, ketika berjalan sebaiknya berpenampilanlah seolah-olah gagah berani dan percaya diri.

Saat merasa ada oknum yang mulai mendekat, sebaiknya perlihatkanlah sikap siaga agar pelaku mulai merasa niatnya sudah ketahuan. Lalu ketika pelaku mulai semakin mendekat, segeralah mempercepat gerak atau mulai menghindar.

  • Dengarkan Insting

Tetap patuhi insting saat berada dalam situasi yang tidak enak. Baik saat pelaku mulai berpura-pura mengajak bicara atau mulai menunjukkan geliat jahat. Jika orang tersebut smelakukan gerakan yang tidak menyenangkan, pergilah dari tempat itu secepat mungkin. Ingat, jagan pernah berargumen dengan orang yang tak dikenal atau bersikap terlalu ramah dan sopan karena bisa membuat pelaku mudah menjalankan niat jahatnya.

  • Susun Rencana

Setiap pelaku kejahatan hanya takut akan dua hal yaitu tertangkap basah dan mendapat serangan. Untuk melindungi diri disaat genting, perempuan perlu menyusun rencana jitu menghadapi ancaman tersebut. Berteriak dan mengatakan dia memiliki rencana jahat bisa membuat pelaku kejahatan mundur. Jika pelaku hanya menginginkan uang, sebaiknya berikan saja. Namun jika dia memaksa membawa ke tempat lain, jangan biarkan hal itu terjadi. Berteriaklah meminta bantuan dari orang lain.

  • Urungkan niat berjalan sendiri di tempat sepi

Sebisa mungkin hindarilah tempat-tempat yang sepi dan gelap. Usahakan tidak berjalan sendirian karena hal itu berpotensi mendorong pelaku kejahatan beraksi. Akan lebih aman jika Anda menuju ke arah tenpat yang ramai dan familiar. Sebab itu bisa memperkecil kemungkinan wanita menjadi target kejahatan.

  • Persenjatai diri

Melindungi diri dari ancaman kekerasan seksual bisa dilakukan wanita dengan mempersenjatai diri dengan beragam benda-benda yang bisa dibawa kemana saja. Selain menggunakan benda, wanita juga bisa memperlengkapi diri dengan kemampuan bela diri seperti Muay Thai dan Brazilian Jiu-jitsu (BJJ). Kedua ilmu bela diri ini bisa digunakan saat berada dalam bahaya, seperti menggunakan pukulan tangan yang mengenai beberapa bagian tubuh seperti kepala, kaki dan dada.

Ancaman memang tidak pernah bisa diprediksi akan terjadi kapan. Tetapi alangkah bijaknya bila setiap wanita bisa memperlengkapi diri untuk mencegah terjadinya tindakan kejahatan yang tidak diinginkan. Selain itu, tetaplah berpenampilan sewajarnya karena hal itu bisa saja mengundang pelaku berbuat jahat.

Sumber bacaan:


http://lampung.tribunnews.com/2018/11/07/kronologi-mahasiswi-ugm-dicabuli-temannya-saat-kkn

www.tribunnews.com/section/2018/11/07/fakta-fakta-kasus-pemerkosaan-mahasiswi-ugm-kronologi-hingga-petisi-online?page=3

http://makassar.tribunnews.com/2018/11/08/kronologi-lengkap-mahasiswi-ugm-dilecehkan-teman-kkn-respon-universitas-nilai-buruk-4-faktanya
cewekbanget.grid.id/read/06994947/kronologi-viralnya-kasus-pelecehan-seksual-mahasiswa-ugm-hingga-petisi-online?page=all

www.tribunnews.com/section/2018/11/07/fakta-fakta-kasus-pemerkosaan-mahasiswi-ugm-kronologi-hingga-petisi-online

cewekbanget.grid.id/read/06994947/kronologi-viralnya-kasus-pelecehan-seksual-mahasiswa-ugm-hingga-petisi-online?page=all

makassar.tribunnews.com/2018/11/08/kronologi-lengkap-mahasiswi-ugm-dilecehkan-teman-kkn-respon-universitas-nilai-buruk-4-faktanya

https://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/08/12/nsyold361-kronologi-pemerkosaan-mahasiswi-brawijaya-oleh-kekasih-temannya.
https://www.jawaban.com/read/article/id/2016/05/13/80/160512164612/5_cara_wanita_lindungi_diri_dari_tindakan_kekerasan_seksual

Keterangan Penulis:

*Jihan Adreanny adalah mahasiswi Jurusan Komunikasi Massa Universitas Binus, Jakarta.

Sumber ilustrasi: Freepik

Kisah Lain

Spread the good inspiration
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.