Jangan Diam, bahkan Ketika Sahabatmu Sendiri yang Melecehkanmu

Menganggumi berarti tidak menyakiti. Apalagi terhadap sahabat sendiri. Seorang teman diam-diam melakukan pelecehan seksual terhadapku. Sejak peristiwa itu, saya jadi lebih sadar bahwa harga diri dan membela diri itu sangat penting. Kali ke sekian, jika ada seseorang yang meremehkan atau melecehkanmu dengan cara verbal maupun non verbal, just speak up! Jangan takut! Jangan pernah diam! Karena kita, sebagai perempuan harus menunjukan bahwa kita tidak pantas diperlakukan dan diremehkan.

Dikisahkan oleh Alira Diva*

EH lu liat gak si U cantic pengen deh ajak dia ***” “bayangin deh kalo lu lagi *** sama U” “Makanya gue demen kalo lagi deket sm si U tuh, sexy yaa “ “aduh gakuat gak lo? Liat si U kalau lagi olahraga, lansung ngebayangin yang engga-engga deh gue.” “enak ya ngopi sambal ngebayangin lagi *** sama U yagak?” “ LIat ajanih kalau U masuk sekolah, pengen gue *** rasanya”.

Kutipan kalimat dari notifikasi chat (obrolan) di atas adalah rangkaian pesan dari handphone (Hp) seorang teman lelaki tak sengaja terbaca. Saat itu saya bermaksud untuk meminjam Hp miliknya untuk memesan aplikasi ojek online karena harus mengirim barang ke sekolah. Namun, siapa sangka saya tak sengaja membaca pesan teman saya kepada sesama teman lelakinya yang lain.

Saya tidak pernah menyangka bahwa teman saya sendiri melecehkan saya bersama sesama teman lelakinya yang lain. Pesan yang saya kutip di sini hanya salah satunya, selebihnya masih banyak lagi percakapan yang tidak seharusnya. Obrolan mereka seketika itu juga membuat saya tidak nyaman (insecure) dan trauma. Lebih parahnya, percakapan tersebut dilakukan oleh mereka, para lelaki yang saya anggap kerabat dekat saya atau sahabat saya.

Meskipun mereka adalah teman-teman saya, namun saya memberanikan diri berbicara pada mereka. Saat itu di pikiran saya adalah “kenapa harus saya?”, namun jawaban mereka sama sekali tidak ada yang masuk akal. Saya kecewa dengan perlakuan mereka. Saya memang memaafkan mereka pada akhirnya, namun saya tidak bisa begitu saja diremehkan dan dilecehkan, oleh karena itu saya mulai menjauhi mereka sejak peristiwa itu.

Pelecehan Seksual Apa Sih?

Saat seorang teman melecehkan saya, saat itu saya berusia 17th yang menduduki bangku 2 SMA di Sekolah yang terletak di Tangerang. Saya memiliki banyak teman, termasuk teman lelaki yang sudah saya anggap sahabat saya sendiri. Berhubung satu angkatan di sekolah saya hanya berisi 35 siswa pada kala itu, semuanya dekat, terasa dekat seperti keluarga. Namun, rasa ‘keluarga’ yang saya rasakan sekejap menghilang didalam hitungan menit.

Berawal dari saya berbicara dengan teman-teman perempuan saya di kelas, kemudian ada teman perempuan saya “A” memanggil saya untuk keluar kelas, karena ingin berbicara sesuatu. Seketika semuanya terasa asing ketika ia meminta saya untuk memakai baju dalaman jika memakai seragam sekolah, karena saya menjadi bahan omongan para lelaki yang sudah saya anggap teman atau sahabat sendiri.

Apa yang dilakukan oleh teman saya termasuk kategori Sexual Harrasment atau disebut pelecehan seksual, dua kata tersebut tidak lagi asing di kalangan perempuan. Banyak sekali peristiwa pelecehan seksual yang terjadi yang bisa dimana saja, kapan saja sehingga bisa memakan korban jiwa, mengganggu dan bahkan merusak mental korban.

Pada umumnya, pelecehan seksual bahkan menumbuhkan rasa trauma pada diri korban sehingga sangat berpengaruh sekali terhadap kehidupan sehari-harinya bahkan sampai masa depan. Pelecehan Seksual itu apasih? Pelecehan seksual merupakan suatu keadaan yang tidak bisa diterima secara lisan, fisik atau isyarat seksual (verbal & non verbal), pernyataan yang berisfat menghina, dipermalukan, dilecehkan dan menginjakharga diri korban.

Sexual Harrasment bisa kemungkinan terjadi di lingkungan dekat kita sendiri, tanpa kita tau & dengan kita tau. Mengapa? Karena pengalaman Sexual Harrasment terjadi pada saya sendiri yang menurut saya sangat mempengaruhi mental saya dan menumbuhkan rasa tidak nyaman pada diri saya. Oleh karena itu, saya membagikan kisah saya ini dan semoga perempuan di luar sana, bahwa tidak hanya orang asing saja yang bisa melakukan Sexual Harrasment, melainkan Orang Terdekat juga bisa menjadi pelakunya.

Tidak Nyaman & Membuat Trauma

Saya tidak percaya, mengapa harus pakaian perempan yang terus disalahkan? Kenapa hanya saya? Tetapi yang lain tidak? Padahal kan kita pakai seragam yang sama? Bahan nya juga sama? Lalu, mengapa musti SAYA? Banyak sekali pertanyaan muncul begitu saja dalam sekejap. Namun, saya belum mengambil perasaan dalam hal tersebut karena saya masih memiliki pola pikir yang salah.

Keesokan harinya, saya masih menganggap teman lawan jenis saya orang yang sangat saya percaya. Kemudian semuanya berubah, ketika saya meminjam hp teman saya untuk menggunakan aplikasi ojek online untuk mengirim barang ke sekolahdan masih banyak lagi percakapan yang tidak seharusnya, yang membuat saya insecure & trauma, lebih parahnya, percakapan tersebut dilakukan oleh mereka, para lelaki yang saya anggap kerabat dekat saya saya.

Pada akhirnya saya berbicara pada mereka, kenapa harus saya? namun jawaban mereka sama sekali tidak ada yang masuk akal. Dan saya kecewa dengan perlakuan mereka, saya memaafkan, namun saya tidak bisa begitu saja diremehkan dan dilecehkan, oleh karena itu saya menjauh.

Bagi mereka, percakapan tersebut suatu hal yang keren, biasa, dan lelucon, namun percakapan tersebut membuat saya sangat down, sehingga saya tidak mengikuti kegiatan sekolah selama 2-3 hari. Saat itu, saya juga seharusnya melakukan photoshoot untuk yearbook yang sudah saya urus untuk angkatan saya dari jauh-jauh hari.

Banyak yang berpendapat juga bahwa percakapan tersebut terjadi karena mereka menganggumi saya, tapi saya patahkan pernyataan tersebut. Menganggumi, tidak menyakitkan perasaan dan merusak mental seseorang. Dengan adanya peristiwa ini, saya jadi lebih sadar bahwa harga diri dan membela diri itu sangat penting, saya ingin mengimbau untuk para wanita jika ada seseorang yang meremehkan atau melecehkan dengan cara verbal maupun non verbal, just speak up! Jangan takut! Jangan pernah diam! Karena kita, sebagai perempuan harus menunjukan bahwa kita tidak pantas diperlakukan dan diremehkan.

Keterangan Penulis:

Alira Diva adalah mahasiswi di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.