Benarkah Pernikahan Tak Lengkap Tanpa Bridesmaid ?

Menjadi bridesmaid juga akan menguras dompet. Saat ada teman yang akan menikah, kita pasti di beri bahan kain yang seragam dengan teman yang lain dan kain itu harus di jahit. Menjahitnya pun tidak sembarangan, jadi mengeluarkan uangnya pun juga tidak sedikit. Selain menjahit baju, biasanya ada acara bridal shower. Acara tersebut dirancang oleh bridesmaid lainnya dan mereka akan patungan untuk merancang acara tersebut. Dan pastinya patungan pun juga tidak mengeluarkan uang yang sedikit untuk mendapatkan hasil dekorasi yang menarik. Belum lagi untuk hari H pernikahan, memanggil makeup artist terbaik dan tentunya juga tidak sedikit mengeluarkan uangnya. Kalau pengantinnya baik, pasti diberi fasilitas juga!

Dikisahkan oleh Aliffa Saskia Putri*

Pernikahan adalah salah satu hal yang hanya dilakukan sekali seumur hidup. Pasti kita mengharapkan pernikahan yang indah dan istimewa, karena kebanyakan orang berpikiran hanya akan menikah sekali. Dalam pernikahan sudah pasti ada mempelai perempuan dan mempelai pria. Pada acara pernikahan yang modern ini, yang harus tampil mencolok dan seragam tidak hanya dari kalangan keluarga, tetapi juga teman terdekat dari kedua mempelai. Bridesmaid dan groomsmen sebutannya. Bridesmaid sendiri yaitu pengiring atau pendamping pengantin wanita dan groomsmen yaitu pengiring atau pendamping pengantin pria.

Bridesmaid atau maid of honor, dulu lebih di kenal dengan sebutan “Pagar Ayu”. Di Indonesia, khususnya di Ibu Kota, budaya bridesmaid sudah booming dari tahun ke tahun. Kurang rasanya jika teman terdekat kita tidak dijadikan bridesmaid dan groomsmen. Para bridesmaid dan groomsmen ini menjadi simbol atau bentuk dari kekuatan persahabatan dari kedua mempelai dan juga menjadi bentuk rasa terima kasih yang sudah dianggap seperti bagian dari keluarga.

Di Indonesia ini, bridesmaid bisa mencapai 10 orang bahkan lebih. Padahal pada umumnya bridesmaid tidak sampai 10 orang dan hanya teman terdekat saja.

Pada arti yang sebenarnya, bridesmaid adalah pendamping si pengantin. Tetapi di Indonesia ini sering sekali berbeda atau melenceng dari tugas seorang bridesmaid. Kita sering menganggap kalau bridesmaid hanya mendapatkan seragam lalu tampil cantik dengan teman lain yang menggunakan baju seragam. Padahal tugas bridesmaid juga berat, tetapi tetap bergantung kepada si pengantin.

Tugas dari bridesmaid yang seharusnya yaitu, membantu calon pengantin mencari baju pengantin, merancang bridal shower, siap menjadi “tempat curhat” selama mempersiapkan pernikahannya, selalu ada jika si calon pengantin membutuhkan. Tetapi tidak hanya itu, bridesmaid juga seharusnya bertugas pada hari H pernikahan, bridesmaid tidak hanya foto – foto saja lho. Tugasnya yaitu, membantu memegang baju pengantin, menjaga barang pentingnya, memberi tahu tentang keadaan makeupnya dan hal – hal kecil pun juga jadi dalam pengawasan bridesmaid.

Menjadi bridesmaid juga akan menguras dompet. Saat ada teman yang akan menikah, kita pasti di beri bahan kain yang seragam dengan teman yang lain dan kain itu harus di jahit. Menjahitnya pun tidak sembarangan, jadi mengeluarkan uangnya pun juga tidak sedikit. Selain menjahit baju, biasanya ada acara bridal shower. Acara tersebut di rancang oleh bridesmaid lainnya dan mereka akan patungan untuk merancang acara tersebut. Dan pastinya patungan pun juga tidak mengeluarkan uang yang sedikit untuk mendapatkan hasil dekorasi yang menarik. Belum lagi untuk hari H pernikahan, memanggil makeup artist terbaik dan tentunya juga tidak sedikit mengeluarkan uangnya. Kalau pengantinnya baik, pasti diberi fasilitas juga!

Salah satu pengguna Twitter menceritakan keluhannya tentang hilangkan budaya bridesmaid. Dia bilang, dia punya teman yang mempunyai empat geng dari SMP, SMA sampai di kuliah dan total teman perempuan yang dia punya adalah 22 orang. Masalahnya terdapat pada 10 temannya ini menikah pada hari yang berdekatan dan dia mendapatkan seragam bridesmaid yang berkelanjutan. Perempuan yang bercerita ini menyampaikan bahwa, menjadi bridesmaid itu juga mengeluarkan ongkos yang besar. Dia juga bilang, kalau yang menikah saja sudah 10 orang dan di beri seragam lalu di jahit mengeluarkan uang untuk menjahit perbajunya setidaknya 300 ribu rupiah, di kali 10 baju saja sudah 3 juta rupiah, dengan harga segitu bisa menyaingi pengantinnya.

Menurut salah satu orang yang pernah menjadi bridesmaid, Nabila beranggapan bahwa menjadi bridesmaid untuk salah satu teman dekatnya tidak begitu dibebankan oleh masalah pernikahannya. Karena sang pengantinnya sendiri yang mengatur dan merancang acaranya. Nabila hanya diberi seragam beserta bridesmaid lainnya. Dia bilang, menjadi bridesmaid lumayan menguras dompet.

Untuk bajunya Nabila sendiri saja sudah mengeluarkan uang sekitar 750 ribu rupiah, sementara untuk makeup dan hair do mengeluarkan uang sekitar 500 ribu rupiah untuk MUA yang lebih berpengalaman. Total sudah 1,250 juta rupiah untuk satu acara pernikahan, bagaimana kalau ada lebih dari dua acara dalam sebulan?

Setelah tadi kita membahas tentang apa saja tugas yang seharusnya bridesmaid lakukan, lalu mengapa menjadi bridesmaid juga menguras dompet. Nah, sekarang kita akan membahas beberapa tips jika kita berada di posisi pengantin dan cara memilih bridesmaid yang baik yang telah di kutip dari blissfulweddingceremonies.com.au dan hipwee.com.

1. Tidak semua teman mu harus jadi bridesmaid.

Jangan terlalu cepat dalam mengambil keputusan. Orang yang terpilih ini akan ada bersama kamu dalam seluruh proses perencanaan dan di hari besar kamu. Kamu mungkin mempertimbangkan untuk bertanya kepada teman atau saudara terbaik kamu. Dengan kamu memilih orang yang kamu inginkan, semuanya akan kebih menyenangkan dan spesial.

2. Yang menjadi bridesmaid mu tidak harus saling mengenal.

Pasti kamu mempunyai teman dari berbagai tempat, bahkan dari bangku sekolah sampai dunia kerja. Luasnya pertemanan kamu belum tentu mereka datang dari lingkungan yang sama. Mungkin beberapa dari mereka sudah ada yang saling mengenal. Jangan lupa untuk saling mengenalkan mereka jika mereka datang dari lingkungan yang berbeda.

3. Jangan menyatukan mereka yang sedang dalam masalah.

Mungkin beberapa dari mereka dulu pernah mengenal satu sama lain dan menjalin hubungan yang tidak baik. Kalau kamu menyatukan mereka yang sedang dalam masalah atau pernah bermasalah, mereka akan canggung dan bisa saja menghancurkan mood bridesmaid kamu yang lainnya. Dengan begitu, kamu harus bertanya dahulu sebelumnya dan membantu agar mereka menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu.

4. Buat mereka saling berkomunikasi satu dengan yang lain.

Pastikan untuk memperkenalkan bridesmaid kamu satu sama lain dan libatkan mereka selama proses perencanaan. Dengan begitu mereka semua akan menghabiskan banyak waktu bersama, karena ingin terlibat dalam beberapa keputusan. Membuat group chat salah satu cara yang paling efektif dan mereka masih dapat menjalin ikatan meskipun bridesmaid kamu tersebar.

5. Buat mereka menjadi sorotan

Buat dan rancang dengan matang, warna apa, bahan apa dan design nya seperti apa, agar terlihat cantik saat di pakai. Bridesmaid kamu mungkin akan datang dalam segala bentuk dan ukuran, jadi kamu dan bridesmaid yang telah kamu pilih dapat kompak menetapkan warna, bahan, dan design nya dan pastikan untuk bertanya kepada mereka apakah mereka setuju dan merasa nyaman dengan apa yang telah ditetapkan.

Setelah membahas point penting menjadi bridesmaid dan tips memilih bridesmaid, dengan kita menjalankannya dengan nyaman semua itu tidak akan terasa ada beban. Datang ke pernikahan sahabat menjadi kepuasan tersendiri oleh masing – masing orang. Dan ada sedikit saran, untuk memilih bridesmaid tidak perlu banyak – banyak, lebih baik yang dipilih sahabat yang paling dekat dengan kamu, agar modal yang dikeluarkan juga tidak besar.

Keterangan Penulis:

Aliffa Saskia Putri dari Binus University adalah mahasiswi Jurusan Marketing Communication di Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta. 

Ilustrasi: freepik

Spread the good inspiration
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.