Berhentilah Berusaha Mencari Pasangan, Sayangi Dirimu Terlebih Dahulu

Berhentilah berusaha. Jadikan Anda orang yang menarik sehingga Anda suka ditemani oleh diri Anda sendiri, jangan pedulikan apapun. Dan kalau orang yang anda cari akhirnya datang, anggap saja sebagai pemanis hidup. Temukan kesenangan Anda, dan Anda akan menarik banyak orang sehingga perlu Anda usir dengan tongkat! (Laurence LeShan)

Kalimat yang sangat indah tentang penataan kognitif ini ditulis oleh seorang Psikoterapis, Laurence LeShan, yang diceritakan seorang peneliti dan ahli terapi yang sangat dihormati, Alice D Domar. Dalam bukunya yang berjudul “Self Nurture”, Domar berbagi pengalaman dan pembelajarannya selama meneliti dan menjadi terapis. Buku penting ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul “Wanita Cintailah Dirimu”.

Domar adalah seorang profesor perempuan di Fakultas Kedokteran Universitas Harvard dan Direktur Mind/Body Deaconess Medical Center. Domar juga penulis buku “Healing Mind, Healthy Women”.

Mengembangkan dan Menyayangi Diri Sendiri

Dalam bukunya, Domar berbagi pengalamannya dalam memberikan terapi kepada sejumlah perempuan baik yang lajang maupun yang sudah berpasangan. Persoalan tentang bagaimana mencari pasangan merupakan salah satu dari sekian banyaknya persoalan yang dihadapi perempuan lajang.

Menurut Domar, saat kita melajang dalam perasaan tidak aman dan penghargaan diri rendah, mudah untuk percaya bahwa kita tidak akan bertemu dengan pasangan yang sesuai. Semakin lama kita melajang, semakin besar keyakinan kita bahwa kita tidak berharga, atau benar-benar tidak beruntung. Kalau kita terperangkap dalam pikiran yang merusak seperti ini, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menata pikiran dengan mengatakan kepada diri sendiri berikut ini:

“Kalau energi negatif yang tersia-sia untuk mencari pasangan saya ubah menjadi energi positif dengan mengembangkan dan menyayangi diri sendiri, saya akan menjadi lebih bahagia dan percaya diri. Saya juga akan siap, saat pria yang tepat lewat dalam kehidupan saya.”

Dalam bukunya, Domar tidak sekadar berbagi pengalaman pribadinya, namun juga sejumlah perempuan lainnya dengan beragam persoalan sekaligus tips dan panduan penyelesaian masalahnya. Domar sangat detail, asyik, dan begitu tulus menarasikan pikirannya sebagai dedikasi bagi para perempuan agar menyayangi dan memerhatikan keluarga tanpa mengabaikan diri sendiri. Serta, bagaimana menjadi bahagia tanpa harus menjadi sempurna.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.