‘Pelukan’ untuk Salmafina

Hari ini kami ingin sekali menuliskan dukungan kami pada para perempuan yang telah memutuskan sesuatu berdasarkan kehendaknya. Jangan tanya dulu apakah keputusannya positif atau kah negatif. Setiap orang (khususnya perempuan) selalu memiliki alasan kenapa dia harus memutuskan sesuatu, yang bisa jadi berbeda dengan perempuan lainnya. Hanya perempuan itu sendiri yang memahami bagaimana keputusannya berdampak pada kehidupannya.

Begitu banyaknya perempuan yang membutuhkan dukungan untuk menguatkan diri dan keputusannya. Termasuk kekuatan yang diberikan oleh sesama perempuan. Salah satu perempuan yang juga kini tengah menjadi sorotan adalah Salmafina Sunan, yang akrab disapa Alma.

Ah, kami tak ingin menjelaskan siapa dia, bagaimana profilnya, dan mengapa dia memutuskan sesuatu. Kami hanya ingin memeluknya untuk semakin menguatkannya sebagai sesama perempuan, sebagai ibu yang memiliki anak perempuan yang tengah peduli pada proses hidupnya, sebagai seorang sahabat perempuan, sebagai kakak perempuan, atau mungkin sebagai adik perempuan.

Salmafina dan Perempuan Lainnya

Alma, mungkin dia terlihat tegar hanya di media sosial (Medsos)? Bisa jadi sebenarnya dia tidak begitu kuat seperti yang terlihat? Bahkan, jika benar dia tak setegar yang kita kira, pun itu bukan urusan kita. Di dunia ini ada sekian banyak Alma yang lain, yang mungkin tanpa dukungan siapapun dia tetap tegar. Atau sebaliknya, dia justru malah tumbang. Maka setidaknya, dengan memberi dukungan kepada para perempuan ini, kita turut mencegah mereka membuat keputusan yang membahayakan jiwa dan masa depannya.

Sungguh kami sayang pada perempuan yang peduli pada dirinya, berani menjadi dirinya sendiri, apalagi ketika itu dilakukan secara terbuka dimana dia paham akan dampaknya. Atau, para perempuan yang mungkin dengan segala keterbatasannya juga masih belum bisa berdaya menjadi dirinya sendiri.

Sekali lagi, setiap perempuan memiliki kondisi yang berbeda sehingga prosesnya pun berbeda-beda. Namun, kisah dari sosok Alma bisa kita jadikan pembelajaran bahwa tidak mudah memutuskan sesuatu. Bahkan ketika keputusan itu telah dijalankan, tak mudah untuk tetap berdiri tegar di antara sekian kepala yang tak menyetujui keputusannya. Namun, Alma mampu dan tetap tegar. Kenapa Alma? Karena saat ini dia yang sedang banyak disorot publik. Kisah Alma menjadi cermin bagi perempuan lainnya, baik mereka yang merasa senasib maupun tidak. Kami sadar, selain Alma lebih banyak lagi Alma-Alma lainnya di luar sana yang juga sama kuatnya atau bahkan sebaliknya membutuhkan dukungan lebih.

Kita Adalah Pemegang Kunci Kebahagiaan Kita Sendiri

Belajar dari proses Alma, kita juga belajar bagaimana keputusan kita untuk berubah bukan karena semata agar mendapat penerimaan dari orang lain. Dalam salah satu artikel kami yang ditulis oleh Chyntia Wu, dalam artikelnya yang berjudul “Ketika Berubah Bukan Karena Penerimaan Orang Lain” dia mengungkapkan bahwa perubahan yang dilakukan untuk penerimaan dari orang lain itu seperti racun yang perlahan-lahan membunuh kita. Kita memaksakan apa yang seharusnya tidak kita inginkan menjadi kenyataan. Dimana seperti yang kita tahu semua hal yang berawal dari keterpaksaan tidak akan berbuah manis pada akhirnya.

Kami yakin baik Alma atau siapapun memiliki alasan kuat kenapa dia memutuskan sesuatu. Kami hanya ingin menguatkan mereka bahwa tak seorang pun memegang kunci ke dalam gudang kebahagiaan kita, kecuali diri kita sendiri. Jadi, tetaplah percaya diri, menghargai diri sendiri dan tak perlu resah dengan pandangan orang lain, sehingga kita tidak harus berubah karena keinginan mereka.

Apapun yang dipikirkan orang lain dan kecaman yang mereka lemparkan, yakinlah bahwa diri kita lebih berharga.

Alma, tetaplah menyayangi dirimu sendiri, karena menyayangi diri kita (perempuan) tak berarti bahwa kita egois. Dengan menyayangi diri setiap hari, akan tumbuh perasaan berharga yang berasal dari dalam. Sekali perasaan itu tumbuh, kita akan membuat keputusan yang benar untuk diri kita sendiri. Kita akan menemukan keberanian untuk bertindak mengekspresikan diri dan melindungi diri kita. Kita akan mulai menaruh kepedulian terhadap sisi kehidupan kita, sebuah kepedulian yang gigih dan lembut.

Kisah Lain

Spread the good inspiration
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.