Kreativitas Perempuan Manfaatkan Bambu Hasil Hutan

Jejak sejarah bambu ini salah satunya masih terbaca dalam kehidupan masyarakat Rejang Lebong, Bengkulu. Meskipun tidak seimbang dengan keberadaan pohon kopi, di wilayah ini bambu bukan hanya ditemukan di hutan, kebun, juga di halaman rumah warga. Bambu bukan hanya digunakan untuk rakit, angkutan sungai, namun juga dijadikan dinding dan lantai rumah, peralatan […]

Continue Reading

Menengok Kebun Toga Desa Transmigran Jawa di Propinsi Jambi

“Ketika pohon terakhir ditebang, Ketika sungai terakhir dikosongkan, Ketika ikan terakhir ditangkap, Barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang.” ― Eric Weiner, The Geography of Bliss: One Grump’s Search for the Happiest Places in the World Dikisahkan oleh Alimah Fauzan* Kalimat inspiratif yang popular dikutip sejumlah aktivis peduli lingkungan […]

Continue Reading

Perempuan Tangguh dari Petuguran

Kayu-Kayu Tangannya keras bagaikan kayu Mahoni yang telah berumur ratusan tahun siap untuk ditebang dan dijadikan bahan membuat pintu rumah. Dikisahkan oleh Hartati*   “Andai aku menjadi kayu saja, maka aku tidak perlu bekerja keras mencari sesuap nasi seperti sekarang ini. Aku cukup berdiri kokoh berjejer dengan pohon-pohon yang lain menunggu turunnya […]

Continue Reading

Arisan Jamban di Tomini Utara

Arisan jamban sendiri sangat sederhana metodenya. Dari 10 KK yang berkomitmen membuat jamban, per bulan mereka menyetor Rp 50.000 ke bendahara untuk selanjutnya diundi siapa yang membuat jamban. Bendahara kemudian akan membelanjakannya sesuai kebutuhan material jamban. Setelah bahan terkumpul, warga akan dikerahkan untuk bergotong-royong membuat jamban. Dikisahkan oleh Luke Pramudita* Siang itu, […]

Continue Reading

Beras Ubi: Produk Perempuan Tani “Kasih Ibu” Berkhasiat Cegah Penyakit Kronis

Beras ubi adalah salah satu produk yang dihasilkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) “Kasih Ibu”. KWT “Kasih Ibu” di Desa Tegal Arum, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Propinsi Jambi. Selain menghasilkan ubi menjadi beras, para perempuan di KWT “Kasih Ibu” juga membuat tiwul, dan sejumlah kue terbuat dari ubi. Oyek atau nasi […]

Continue Reading

Bersama Menempa Diri agar Lebih Mandiri

“Pulang dari mengajar saya langsung turun ke sawah dan kebun. Saya tidak mau ada waktu saya terlewatkan sedikitpun. Prinsip saya, jangan biarkan waktu melindas kita. Kita harus bangkit dan berbuat sesuatu bagi lingkungan kita.” Sedikit sulit menggambarkan pekerjaan sehari-hari Sulniyati (35). Ia seorang ibu rumah tangga, guru, petani, kader posyandu, Ketua muslimat […]

Continue Reading

Perempuan Tangguh: Mencari Jalan, Membuka Pikiran

Setiap kali Ibu Farhana mengajak ibu-ibu di desa Belanting, kecamatan Sambelie, kabupaten Lombok Timur, ia selalu mendapat pertentangan keras dari para suami yang tidak mengizinkan mereka keluar. Mereka rata-rata beranggapan bahwa istri mereka akan diajari melawan suami mereka, supaya bisa mengalahkan mereka dalam segala hal.   Mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat […]

Continue Reading

Perempuan Pendobrak dari Kaki Lembah

Budaya patriarki di kehidupan masyarakat Bima pada umumnya memang masih kental, dalam segala hal menyangkut hajat hidup selalu menempatkan perempuan sebagai warga kelas dua. Namun perempuan sendiri tak pernah risau dengan posisi mereka berada di mana. Sikap itulah yang justru menjadikan perempuan termotivasi untuk bisa lebih tangguh, mengambil peran yang tak kalah […]

Continue Reading

PEREMPUAN WELO: Kelompok Perempuan Tangguh, Inspirasi Perempuan Peduli Desa (2/selesai)

“Dulu, saya dan kaum perempuan di dusun ini hanya duduk saja di dalam rumah dan tunggu hasil undian lotre untuk memastikan giliran mendapatkan uang dalam kelompok Mama Sayang ini…” (Theresia Bota Buan).   Theresia Bota Buan (63) adalah anggota Kelompok PerempuanTangguh. Suaminya telah lama merantau. Ia adalah salah satu dari “janda sementara” […]

Continue Reading

PEREMPUAN WELO: “Tangguh Bukan Lagi Mimpi” (Bagian 1/2)

“Aksi penanaman bambu ini membuktikan bahwa kaum perempuan di dusun ini bisa berbuat sesuatu untuk kepentingan seluruh warga. Kami menanam bambu sepanjang seratus meter di pinggir kali untuk mencegah pengikisan tanah di bibir kali.” (Agnes Bulu Tukan) Welo adalah salah satu dusun di Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa […]

Continue Reading

Pentingnya Pemenuhan Hak Perempuan di Berbagai Bidang

Pembelajaran praktik pengorganisasian perempuan di Kecamatan Bungoro yakni, Desa Bowong Cindea dan Desa Bulu Cindea, serta empat kelurahan yakni Pabundukang, Anrong Appaka, Biraeng, dan Bonto Langkasa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Kisah pengorganisasian perempuan kali ini adalah pembelajaran dari dua desa dampingan Aisyiyah Pangkep. Karena proses belajar tak mengenal kapan dimana dan […]

Continue Reading

Dilema Kampung Muluy di Kaki Gunung

Kampung Muluy adalah kampung di kaki Gunung Lumut Provinsi Kalimantan Timur yang masyarakatnya mencoba bertahan dengan kearifan lokalnya demi kelestarian hutan, namun tetap miskin. Bagi masyarakat Muluy yang berjumlah sekitar lima belas keluarga, hutan sama dengan dompet uang. Dari hutan, mereka bisa mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, meskipun tidak selalu […]

Continue Reading

Tekad Maju Bersama, Kekuatan Perempuan Pucung Maju

Desa Pucung adalah sebuah desa yang terpencil di Jawa Tengah. Lokasinya berbatasan langsung dengan tiga kecamatan yang berbeda, Kecamatan Bancak, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Pabelan. Namun, secara ekonomi desa Pucung ini justru bergantung pada Kodya Salatiga bukan pada Ungaran, ibukota kabupatennya. Terpencilnya desa ini membuat perkembangan desa tidak seperti desa-desa lain. Selain […]

Continue Reading

Transparansi Kelompok Tani Perempuan Oransbari

Distrik Oransbari terdiri dari warga transmigran dan penduduk asli. Perkembangan distrik mulai terlihat dengan menjamurnya beberapa rumahmakan danrumahwarga yang dijadikan penginapan. Kendala yang dihadapi saat ini adalah pasokan listrik yang masih terbatas. Dalam satu hari listrik dapat digunakan dari sore hari hingga jam 12 malam saja. Sejarah Kelompok Tani Perempuan Tuai Pembentukan […]

Continue Reading

Inspirasi Pemberdayaan Perempuan Bermula dari Sebuah Madrasah

Sebuah bangunan madrasah mampu menjadi sarana dari munculnya ide-ide perempuan desa. Banyak pikiran-pikiran baru perempuan Kota Baru Santan muncul dengan berkumpul di madrasah tersebut. Hanya dengan obrolan-obrolan ringan seputar kehidupan yang mereka rasakan maka inspirasi perempuan Kota Baru Santan mengalir begitu deras. Dikisahkan oleh Tommy Erwinsyah* KOTA BARU SANTAN: DESA DI TEPI […]

Continue Reading

Kisah Perempuan Pejuang Lingkungan Menghadapi Tantangan dan Ancaman

Saya dibacok dengan parang, dipukul, dan diancam akan dibunuh. Perempuan menghadapi banyak tantangan dan ancaman saat berjuang melawan perusakan alam oleh pemerintah dan perusahaan, termasuk saya. Saya dianggap sebagai pelacur karena sering berada di luar rumah, siang maupun malam untuk melakukan pengorganisasian. Dikisahkan oleh Aleta Baun* Saya Aleta Baun. Ibu dari tiga […]

Continue Reading

Ketika Perempuan Membangun Budaya Kolektif Melalui Koperasi Desa

Gerakan penyadaran masyarakat yang massif tentang eksplorasi geothermal dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat, telah menyadarkan masyarakat desa tentang betapa rentannya kehidupan mereka. Keberanian tersebut juga mendorong para ibu di desa Sagarahiang dalam merintis sebuah koperasi. “Cakrabuana”, demikian nama koperasi itu. Koperasi yang berani mendobrak pakem formalitas demi kepentingan anggota. Hal inilah yang […]

Continue Reading

Prospek Pelibatan Perempuan dalam Rehabilitasi Hutan

Kegiatan penanaman sistem tumpang sari yang menyertai pelaksanaan rehabilitasi hutan disambut dengan baik masyarakat sekitar hutan. Pada kegiatan inilah perempuan banyak mencurahkan waktunya. Mereka melakukan gotong-royong mulai dari kegiatan penanaman, penyiangan dan pemanenan. Sesungguhnya, sistem kerja gotong-royong sudah lama hilang dalam kehidupan mereka karena sudah sekian lama mereka tidak memiliki lahan. Gotong-royong disamping bermakna mempererat hubungan kekeluargaan juga menghemat biaya […]

Continue Reading

Kerajinan Bordir Sukawera Indramayu: Bertahan dengan Mengandalkan Kualitas

Di sini belum ada asosiasi. Saya pernah berinisiatif mengajak mereka membangun sebuah semacam forum perajin bordir Sukawera. Namun ternyata tanggapannya kurang antusias. Jadi dari SDM (sumber daya manusia)-nya masih sulit diajak bersatu Dikisahkan oleh Alimah Fauzan* Dibandingkan usaha kecil serupa di Tasikmalaya, kerajinan bordir di Indramayu bisa dibilang kurang berkembang. Pasalnya, selama […]

Continue Reading