• Fiksi

    Perempuan Tangguh dari Petuguran

    Kayu-Kayu Tangannya keras bagaikan kayu Mahoni yang telah berumur ratusan tahun siap untuk ditebang dan dijadikan bahan membuat pintu rumah. Dikisahkan oleh Hartati*   “Andai aku menjadi kayu saja, maka aku tidak perlu bekerja keras mencari sesuap nasi seperti sekarang ini. Aku cukup berdiri kokoh berjejer dengan pohon-pohon yang lain menunggu turunnya hujan sehingga dahaga hilang, karena akar-akarku siap menyedot air yang jatuh ke tanah. Seluruh daun-daunku pun cukup bergelantungan rapi direrantingan, maka matahari akan datang setiap harinya untuk memberiku sinar yang akan aku gunakan untuk membuat makananku lewat proses fotosintesis. Aih” Cek-cek-cek, dengan kekuatan tangannya dia memotong ranting-ranting kering yang dia temukan di kebun tetangganya. Satu-persatu dia kumpulkan. Keringatnya…