• pengetahuan

    Perempuan di Pinggiran Hutan: Apa yang Perlu Dilakukan?

    Tangan-tangan perempuan yang terampil dapat mengubah hasil hutan non kayu menjadi produk yang memiliki keindahan dan nilai tambah. Mengelola hasil hutan non kayu sama saja menjaga kelestarian hutan karena mengolah hasil hutan kayu berarti melakukan banyak penebangan, yang secara langsung mengancam keberlanjutan hutan. Pembahasan tentang nasib perempuan seakan tak pernah selesai, dari beragam sudut pandang di berbagai bidang. Perempuan Berkisah dalam beberapa kisah pernah mengulas sejumlah kisah inspiratif para perempuan yang telah bergerak mengelola hutan bakau. Lalu bagaimana jelasnya program-program yang tepat untuk para perempuan di pinggiran hutan di wilayah daratan? Tulisan dari Binaswadaya ini bisa menjadi pengetahuan penting terkait apa yang harus dilakukan perempuan yang hidup di pinggiran hutan.…

  • pengetahuan

    ‘Pembajakan’ Makna Jilbab

    Perempuan Berkisah hari ini ingin berbagi tentang salah satu artikel wawancara mendalam yang diterbitkan harian Republika. Saat artikel ini terbit, Indonesia tengah ramai dengan pemberitaan terkait kasus korupsi dimana pelakunya adalah perempuan. Uniknya, para pelaku itu, ketika ditangkap KPK dan disorot media, mereka akan memakai jilbab. Nah, tahun ini kita juga dikejutkan dengan pemberitaan salah satu perempuan berjilbab yang akhir-akhir ini tersangkut sejumlah kasus. Lebih ramai lagi ketika dia mendatangi kantor KPK dengan mengenakan cadar. Memang ada perbedaan antara tren beberapa tahun lalu dengan tren saat ini. Nah, artikel wawancara ini adalah pertama mengungkap tentang jilbab. Bagi seorang muslimah, istilah jilbab bukan sesuatu yang asing. Hal kedua yang menarik adalah…

  • pengetahuan

    Inong Balee: Salah Satu Bentuk Gerakan Perempuan Aceh

    Salah satu bentuk perlawanan perempuan Aceh atas derita yang dihadapinya melalui Inong Balee. Inong Balee menurut bahasa Aceh, sebenarnya bukanlah tentara perempuan. Melainkan perempuan yang telah ditinggal suaminya atau janda. Suaminya itu meninggal dunia, bisa karena ditembak atau mendapat perlakuan keras dari pihak militer atau kepolisian Indonesia. Hal ini yang menyebabkan mereka akhirnya menjanda. Fenomena Inong Balee ini muncul sekitar tahun 1989, saat “Operasi Jaring Merah” atau OJM diberlakukan di Daerah Istimewa Aceh–sebelum otonomi khusus diberikan kepada Aceh- -. Operasi ini digelar karena adanya penyerangan-penyerangan secara sporadis terhadap pos-pos polisi atau tentara di beberapa wilayah Aceh. Dari penyerangan itu, bukan cuma senjata api yang hilang. Nyawa aparat keamanan juga banyak…

  • Pustaka Perempuan

    Musrenbang Milik Perempuan Lho!

    Keterlibatan perempuan dalam Musrenbang diharapkan tidak hanya menjadi pemanis atau penghidang jamuan rapat, tetapi benar-benar terlibat aktif untuk memperjuangkan kebutuhan kampung karena perempuanlah yang sehari-hari mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat. Musrenbang atau Musyawarah Perencanaan Pembangunan sendiri diatur dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Musrenbang, menurut UU ini, adalah wadah bertemunya pemerintah/pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyusun rencana pembangunan nasional dan daerah. Pertemuan ini terbuka bagi seluruh warga, baik laki-laki maupun perempuan, untuk memberikan masukan terhadap  rencana pembangunan tersebut berdasarkan kebutuhan desa/kampung/warga. Tujuan  Musrenbang adalah menampung dan menetapkan kegiatan prioritas sesuai kebutuhan masyarakat, yang diperoleh dari musyawarah perencanaan sesuai dengan tingkatan di bawahnya dan menetapkan…

  • Pustaka Perempuan

    Gema Suara Perempuan Ditinggalkan Ibu (1)

    Dikisahkan oleh Alimah Fauzan* Tanyakan pada perempuan mana pun yang kehilangan ibunya, tak dapat dipungkiri bahwa ia berubah. Bahkan boleh dibilang mengalami perubahan besar akibat kematian itu. Sama seperti sebelumnya ketika kehidupan perempuan yang dicintainya itu memengaruhi hidupnya. (Motherless Daughters) Meskipun kematian ibu tak dapat dihindarkan seperti datangnya malam, tak ada buku lain yang dapat menyampaikan pesan tentang pengaruh yang terus bertahan akibat kehilangan tak ternilai ini. Buku ini berjudul “Motherless Daughters”, tentang gema suara perempuan yang kehilangan ibu. Ini penjelajahan yang sangat berani ke dalam sebuah perjalanan yang mengubah kehidupan seorang perempuan. Bagaimana kehadiran uluran tangan yang penuh perhatian dapat membentuk identitas seorang perempuan. Mengapa melewati bersama tahun-tahun terakhir…

  • pengetahuan,  Perempuan Berkisah

    Perempuan dan Wayang

    Dikisahkan oleh Lalita Isvara* “Ora patut, cah wadon nonton wayang nganti wengi. Arep dadi apa sesuk yen gedhe!”   Begitulah larangan Ibuku saat aku hendak nonton wayang di malam hari. Dunia luar rumah pada malam hari menjadi begitu rawan bagi perempuan dalam pandangan ibuku. Aku yang masih kanak kanak hanya bisa menahan rasa. Begitu Ibu tidur, aku memakai sarung menyilenap pergi dari rumah, menyusul ayah yang turut menjadi tim keamanan desa, lalu aku duduk menikmati tontotan menyimak lakon digelar hingga ketemu alur pokok sambil membaca ceritanya. Sengaja mengambil tempat agak remang, hingga tidak begitu dikenali dan sembari mencari dimana posisi ayah dalam bertugas, dan segera meranggeh tangganya minta dibelikan gembus,…

  • pengetahuan

    Menghentikan Petaka Pernikahan Anak

      Dikisahkan oleh Alimah Fauzan* Hari ini sekolah, esok menikah. Hari ini pelajar sekolah, sepekan kemudian menjadi janda. Kenyataan tersebut sampai saat ini masih terjadi, khususnya sejumlah daerah di Indonesia terutama di pedesaan. Baik di Jawa maupun di luar Jawa, masih banyak anak perempuan di bawah umur yang dinikahkan orangtuanya. Meskipun beragam upaya pencegahan perkawinan anak terus dilakukan, namun belum mampu menurunkan tingginya angka praktik perkawinan anak. Kita mesti bergerak bersama untuk menghentikan praktik yang menistakan ini, demi kualitas hidup perempuan. Demi masa depan anak-anak yang akan dikandungnya dan demi kebaikan seluruh anggota keluarga. Ini semua, pada akhirnya, juga demi kualitas bangsa Indonesia. Dari tradisi hingga lemahnya penegakan hukum Beragam…

  • pengetahuan

    Mendobrak Ketabuan

    Laki-laki dan perempuan seharusnya membebaskan dirinya dari prasangka-prasangka dan ide- ide konyol yang sudah mendarah daging itu. Sudah saatnya masyarakat berhenti memperlakukan perempuan sebagai jenis kelamin nomer dua. Ditulis oleh Liem Freddy* Sosok perempuan yang berdiri sebagai seorang pemimpin, beberapa dekade terakhir ini, memang semakin banyak dan semakin tidak aneh lagi terdengar. Tidak hanya dalam lingkungan keluarga, organisasi, institusi pemerintahan, militer, dan lain-lain. Bahkan sejarah mencatat ada begitu banyak perempuan hebat yang terlibat dalam kancah perpolitikan. Kaum perempuan kini tak lagi dibatasi “hanya” boleh memimpin kaumnya saja, tapi juga termasuk memimpin kaum laki-laki. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa diskriminasi dan budaya patriarki masih menjadi isu yang menakutkan bagi kaum perempuan.…

  • Inspirasi,  pengetahuan

    Mengenal Musrenbang Perempuan

      Pernah mendengar tentang Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Perempuan? Musrenbang merupakan forum menjaring aspirasi masyarakat yang diselenggarakan secara berjenjang dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi. Dikisahkan oleh Alimah Fauzan* Musrenbang menghasilkan Rencana Kerja Pemerintah/Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKP/RKPD) yang berfungsi sebagai dokumen rencana pembangunan tahunan. Beberapa daerah di Indonesia, Musrenbang tidak hanya diselenggarakan oleh Pemdes yang melibatkan kaum laki-laki maupun perempuan. Di beberapa daerah di Indonesia, selain menyelenggarakan Musrenbang Reguler, juga ada Musrenbang Perempuan. Beberapa daerah yang menyelenggarakan Musrenbang Perempuan di antaranya ada di sejumlah daerah di Provinsi Aceh, Lombok Timur dan Lombok Utara. Musrenbang Perempuan di Aceh Barat Di tahun 2016 ini, tepatnya Rabu, 16 Maret 2016, Pemerintah…

  • pengetahuan

    Kepemimpinan Perempuan

    Kepimimpinan bukanlah sebatas bicara mengenai kekuasaan, menguasai maupun dikuasai. Definisi kepemimpinan memiliki banyak pengertian dan bervariasi ditinjau dari berbagai aspek. Namun secara umum kepemimpinan di sini dimaksud adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengaruh pada sebuah kelompok atau pendukung di dalam mencapai tujuan tertentu. Seringkali kita berdebat, apakah perempuan jadi pemimpin atau tidak? Jika ukuran kepemimpinan berarti bagaimana perempuan bisa meraih puncuk pimpinan itu. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana perubahan-perubahan terjadi. Bagaimana perempuan bisa memperjuangkan kepentingannya, organisasinya, kelompoknya itulah yang menjadi poin penting. Hal ini sangat mungkin terjadi, karena perempuan memiliki aset dan potensi yang luar biasa yang bisa dipakai berkontribusi kepada kelompoknya termasuk kepada desa. Kepemimpinan juga dimaknai…

  • pengetahuan

    Perempuan Paling Rentan Terpapar Racun Pestisida

    “Mengerikan”, setidaknya demikian istilah yang dapat menggambarkan ekspresi para ibu di desa saat mendengar cerita tentang dampak penggunaan pestisida bagi perempuan. Cerita tersebut bukan sekadar karangan atau pun mengada-ada, namun hasil penelitian dan pengalaman pendampingan yang telah dilakukan oleh ibu Rosana Dewi. Rosana Dewi atau yang akrab disapa ibu Dewi merupakan Direktur Badan Usaha Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gita Pertiwi. LSM Gita Pertiwi adalah LSM yang memfokuskan diri pada kegiatan pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat. Pada Kamis (7/1/16), para perempuan yang tergabung dalam kelompok perempuan “Raga Jambangan”di desa Jatilawang berkumpul mendiskusikan beberapa hal. Salah satu tema diskusi yang cukup menarik perhatian ibu-ibu adalah tentang dampak pestisida terhadap kesehatan terutama kesehatan…

  • Pustaka Perempuan

    Pergolakan Pemikiran Politik Perempuan: Saya “menjadi” tidak takut!

    Saya mengenalnya melalui sebuah novel terjemahan berjudul Woman at point Zero atau Perempuan di Titik Nol. Buku yang tidak sengaja saya temukan di rak penjual toko buku di dekat kampus UIN Ciputat awal tahun 2012. Sampul berwarna merah dengan gambar seorang perempuan yang duduk jongkok di sudut dalam penjara. Saya ingat alasan ketertarikan saya memilih buku itu, hanya karena beberapa waktu sebelumnya saya memang sedang concern menulis pemberitaan soal prostitusi. Saya anggap buku itu sebagai salah satu bahan menulis. Bukan karena Nawal el Saadawi. Dan melalui tokoh Firdaus, saya mulai mengenal Nawal, perlahan, berfikir dengan keras terhadap semua pernyataan yang ia ungkapkan. Saya, perempuan dengan umur 20 tahun. Tidak pernah…