Mengenal Perempuan Produktif di Pedesaan, Siapa Saja Mereka?

Di tengah sekian kesibukan kerja-kerja domestik dalam rumah tangganya, juga dengan segala keterbatasannya, mereka tetap bergerak demi kebutuhan sehari-hari. Mereka bergerak bukan hanya untuk dirinya, namun juga untuk keluarga dan lingkungannya. Yang mungkin saja aktivitas mereka ini tidak pernah ditemui atau bahkan tidak ada di tempat kita tinggal. Belajar dari produktivitas mereka, […]

Continue Reading

Bersama-sama Menyelamatkan Kehidupan

Menyelamatkan satu orang sama halnya menyelamatkan satu kehidupan. Ungkapan inilah yang mendorong Hariatun (24), yang biasa dipanggil Atun, untuk terlibat dalam memperkuat kepemimpinan perempuan dalam Pengurangan Risiko Bencana. Ketika gempa berkekuatan 5,4 Skala Richter mengguncang sebagian besar wilayah kabupaten Lombok Utara pada tanggal 22 Juni 2013 lalu, saat itulah Atun makin meyakinkan […]

Continue Reading

Pembuat Lubang Sampah Kolektif

Kegiatan membuat lubang sampah kolektif dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam diri kaum perempuan untuk berperan lebih aktif di lingkungan sekitar. Kelompok Perempuan Tangguh ini menghadirkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya kebersihan dan sanitasi desa. Perempuan Tangguh tampil dan hadir sebagai kekuatan besar bagi pembangunan dan pengembangan desa ini. Meski dengan sarana […]

Continue Reading

Kisah Perempuan Berantas Kemiskinan di Desa Kumuh Nelayan

Berpendidikan rendah dengan akses terbatas membuat Masnu’ah tak pernah berani memimpikan hal besar. Namun, kegelisahannya memuncak karena menyaksikan kemiskinan dan belenggu budaya partiarki di desanya dan membulatkan tekad untuk mengubah para perempuan Dusun Moro, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.   “Saya sangat paham kondisinya karena hidup di sini dan mengalaminya juga. […]

Continue Reading

Tekad Maju Bersama, Kekuatan Perempuan Pucung Maju

Desa Pucung adalah sebuah desa yang terpencil di Jawa Tengah. Lokasinya berbatasan langsung dengan tiga kecamatan yang berbeda, Kecamatan Bancak, Kecamatan Suruh, dan Kecamatan Pabelan. Namun, secara ekonomi desa Pucung ini justru bergantung pada Kodya Salatiga bukan pada Ungaran, ibukota kabupatennya. Terpencilnya desa ini membuat perkembangan desa tidak seperti desa-desa lain. Selain […]

Continue Reading

Inspirasi Pemberdayaan Perempuan Bermula dari Sebuah Madrasah

Sebuah bangunan madrasah mampu menjadi sarana dari munculnya ide-ide perempuan desa. Banyak pikiran-pikiran baru perempuan Kota Baru Santan muncul dengan berkumpul di madrasah tersebut. Hanya dengan obrolan-obrolan ringan seputar kehidupan yang mereka rasakan maka inspirasi perempuan Kota Baru Santan mengalir begitu deras. Dikisahkan oleh Tommy Erwinsyah* KOTA BARU SANTAN: DESA DI TEPI […]

Continue Reading

Ketika Perempuan Membangun Budaya Kolektif Melalui Koperasi Desa

Gerakan penyadaran masyarakat yang massif tentang eksplorasi geothermal dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat, telah menyadarkan masyarakat desa tentang betapa rentannya kehidupan mereka. Keberanian tersebut juga mendorong para ibu di desa Sagarahiang dalam merintis sebuah koperasi. “Cakrabuana”, demikian nama koperasi itu. Koperasi yang berani mendobrak pakem formalitas demi kepentingan anggota. Hal inilah yang […]

Continue Reading

Prospek Pelibatan Perempuan dalam Rehabilitasi Hutan

Kegiatan penanaman sistem tumpang sari yang menyertai pelaksanaan rehabilitasi hutan disambut dengan baik masyarakat sekitar hutan. Pada kegiatan inilah perempuan banyak mencurahkan waktunya. Mereka melakukan gotong-royong mulai dari kegiatan penanaman, penyiangan dan pemanenan. Sesungguhnya, sistem kerja gotong-royong sudah lama hilang dalam kehidupan mereka karena sudah sekian lama mereka tidak memiliki lahan. Gotong-royong disamping bermakna mempererat hubungan kekeluargaan juga menghemat biaya […]

Continue Reading

Merintis Konservasi, Kesejahteraan dan Kesetaraan Bersama Bakau

“…Kita tidak boleh putus asa meski penghasilan melaut tidak lagi mencukupi. Anak-anak tetap harus sekolah…” (Amriani, ibu empat anak, tinggal di Teluk Lombok) *Dikisahkan oleh Swary Utami Dewi Semangat untuk meraih sukses bisa timbul dari mana saja, termasuk dari kerusakan alam. Inilah yang ditunjukkan masyarakat Dusun Teluk Lombok, Taman Nasional Kutai, Kalimantan […]

Continue Reading

Kebun Sayur “Selamat Datang” Mama Maryam

Dikisahkan oleh Kelly Mayasari* Satu hal yang saya pelajari dari Mama Maryam mengenai adat adalah bagaimana kita harus mengakar, memiliki sikap melestarikan adat, dan bersikap selalu membawa pesan-pesan orang tua adat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Adalah sosok Mama Maryam, inisiator kebun sayur  ‘Selamat Datang’ sekaligus kebun sayur terapung, yang kini menjadi model […]

Continue Reading

Perempuan Desa dan Keresahannya pada Praktik Pernikahan Dini

Mana dulu yang harus diutamakan? Melakukan upaya pencegahan terhadap anak putus sekolah terlebih dahulu atau mencegah praktik pernikahan dini? Untuk kali ke sekian, pertanyaan tersebut muncul saat para ibu di desa tengah berkumpul. Kendati demikian mereka tidak sekadar berkumpul, namun menyengaja berkumpul dan merencanakan sesuatu. Mereka berkumpul dalam rangka berbagi gagasan dan […]

Continue Reading

Ketika Perempuan Advokasi Jaminan Kesehatan Petani Penderes di Desanya

Dari sekitar 2.800 Petani Penderes di Gumelem Kulon, 74 di antaranya telah terdaftar sebagai penerima bantuan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Nasib para petani penderes masih menjadi perhatian khusus para perempuan yang tergabung dalam organisasi perempuan Sidaluhur Sejati di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegera. Advokasi jaminan kesehatan bagi para penderes merupakan […]

Continue Reading

Gunakan Cara Berpikir Kritis, Perempuan Desa Mulai Mengorganisir Diri

Orang miskin ada karena ada orang yang kaya Orang miskin ada karena dia malas Orang miskin ada karena sudah keturunan Orang miskin ada karena tidak ada lapangan kerja …..dst Kita akan menemukan beragam jawaban dalam menjawab “mengapa ada orang miskin?”. Kendati demikian, jawaban dengan menyalahkan manusianya masih merupakan jawaban paling banyak dibanding […]

Continue Reading

Ketika Emas Tak Lagi Bersinar

“Emas makin ngalih kami dapatkan. Amun kawa kami dibari pang bibit tanaman gasan behuma (Emas semakin sulit untuk kami dapatkan. Kalau bisa, kami diberi tanaman buat bertani)” Dikisahkan oleh Aida Rahmah* Di bawah teriknya matahari, seorang perempuan tua sibuk menusukkan sekop ke tanah berair di areal penambangan emas tradisional Desa Batu Butok, […]

Continue Reading

Kembali ke Ladang Menggapai Asa

Dikisahkan oleh Effi Permata Sari* “Masyarakat tidak boleh mengambil kayu di hutan, setiap mobil yang keluar membawa kayu ditangkap. Rotan dan jernang pun tidak boleh diambil. Jadi apa yang harus kami lakukan?” (Ibu Ita, Perempuan Baru Pelepat ) “Dahulu kami membuka hutan untuk membuat ladang agar mendapatkan tanah. Kami berlomba-lomba membuka lahan […]

Continue Reading

Bertahan Saat Hidup Semakin Sulit

“Sudah tiga hari ini keluarga kami tidak makan ikan. Sulit mencari ikan bahkan untuk lauk”. (Sariah 45 th, perempuan kampung nelayan Semalah, Taman Nasional Danau Sentarum) Pengalaman ini dikisahkan oleh Seselia Ernawati (2007)*   Danau Sentarum, Kalimantan Barat merupakan wilayah hamparan banjir terunik di dunia. Memiliki kandungan lapisan gambut purba berumur 20 […]

Continue Reading

Perempuan Dilibatkan Susun Anggaran di Banjarnegara

Keberadaan Sekolah Perempuan di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, mampu meyakinkan Arif Machbub, lurah desa tersebut untuk lebih memfokuskan anggaran pada perbaikan fasilitas umum di kawasan perbukitan. “Menurut saya itu kunci suksesnya pembangunan desa ini,” kata dia kepada Tempo awal Desember lalu. Bagi peminat wisata budaya, Gumelem Kulon sudah tak […]

Continue Reading

Bila Perempuan Belajar Melawan Kemiskinan

Oktober hingga Desember tahun ini adalah masa suram bagi para penderes nira di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Getah nira seolah malas menetes, manggar kelapa mengering. “Sore sampai malam hujan lebat, nira menetes sedikit pada pagi hari,” kata Mukhtiono, 44 tahun, kepada Tempo, 5 Desember lalu. Warga Dusun Beji, Desa Gumelem Kulon, […]

Continue Reading