Perlawanan Para Emak Kritis Jaman Now!

Belajar dari para emak bijak nan kritis, keberadaan mereka memang sangat penting untuk saling mengingatkan sekaligus menguatkan. Curhatan dari mereka adalah salah satu bentuk perlawanan. Apalagi bagi para emak yang selama ini perannya sebagai ibu rumah tangga, dinilai seakan kurang penting dan tidak produktif. Melalui sosmed, mereka menuturkan pikirannya sendiri dengan kritis […]

Continue Reading

Ayah! Jangan dulu nikahkan anak perempuan kita.

Ayahnya yang hanya seorang petani penggarap begitu menghawatirkan masa depan mereka. Maka saat ada seorang sarjana di kampungnya yang tertarik padanya, ayahnya langsung berinisiatif menikahkan mereka. Wali kelasnya sebenarnya sudah berusaha menyadarkan ayah NN apakah dengan berkunjung ke rumah maupun mengundang orang tua ke sekolah. Namun ayahnya perpegang teguh dengan pendapatnya karena […]

Continue Reading

Ketika Nasib Perempuan Membawanya Menjadi Kepala Keluarga

    Benar, perjalanan hidup anak manusia tidak selalu manis dan lurus-lurus saja. Termasuk dalam sebuah hubungan laki-laki dan perempuan, bisa jadi langgeng atau bahkan berakhir pahit. Mungkin karena bercerai? Ditinggal meninggal dunia? Ditinggalkan tanpa tanggung jawab nafkah lahir dan bathin? dan sebagainya. Semua itu akan berdampak besar bila yang menjadi pihak pesakitan/korban […]

Continue Reading

Kisah Perempuan Pejuang Lingkungan Menghadapi Tantangan dan Ancaman

Saya dibacok dengan parang, dipukul, dan diancam akan dibunuh. Perempuan menghadapi banyak tantangan dan ancaman saat berjuang melawan perusakan alam oleh pemerintah dan perusahaan, termasuk saya. Saya dianggap sebagai pelacur karena sering berada di luar rumah, siang maupun malam untuk melakukan pengorganisasian. Dikisahkan oleh Aleta Baun* Saya Aleta Baun. Ibu dari tiga […]

Continue Reading

Perempuan Mematung di Saung Kami (2)

Dikisahkan oleh Farida Mahri* Pada suatu waktu kami melihat seorang perempuan yang badannya kotor, pakaian compang-camping dan berbicara sendiri di jalanan. Anak saya bertanya, ada apa dengan dia mama? Pertanyaan itu saya jawab dengan singkat “dia gila”. Namun ketika anak saya bertanya lagi, “mengapa dia menjadi gila? pertanyaannya hanya dapat saya jawab […]

Continue Reading

Ambon Manise 4: Antara Gadis Kayeli dan Jejaka Fogi

*Dikisahkan oleh Lalita Isvara Perebutan pengaruh antara Raja Kayeli dan Raja Fogi sangat ketat, hingga mengharuskan Belanda memindahkan pusat kekuasaannya ke Fogi, sebagai pusat keramaian baru dan lebih dekat ke pantai dengan ombak yang lebih mudah dibaca. Jika Kayeli menyuguhkan pemandangan gadis-gadisnya yang menawan, berhidung mancung beralis tebal, berbibir merah, kulit sawo […]

Continue Reading

Perempuan Mematung di Saung Kami (1)

Dikisahkan oleh Farida Mahri* Siapa perempuan itu? Saat itu, yang terbayang di kepalaku adalah  perempuan yang kebingungan mencari makan buat anak-anaknya yang banyak, sementara penghasilan suami tidak seberapa, air sulit di dapat, tanahpun tidak punya, dan lain-lain.  Kampung Karangdawa terletak di Desa Setupatok, berbatasan dengan Kotamadya Cirebon. Kampung yang meranggas karena sulitnya […]

Continue Reading

AMBON MANISE 3: Mata Rumah dan Penguasaan Lahan

Ini hanya kukenal di Pulau Buru. Meskipun di pulau lain ada praktek serupa, tetapi akhirnya runtuh oleh pemilikan individu. Ya, mata rumah dan penguasaan lahan. Penguasaan lahan secara tradisional memiliki tiga jenis: pertama pemilikan pribadi (private land), kedua pemilikan bersama (communal land), dan kepemilikan kelembagaan adat (customary land). Konsep ini hanya dikenal […]

Continue Reading

AMBON MANISE 2: Petuanan dan Gadis Kayeli

Dikisahkan oleh Lalita Isvara* Bagi masyarakat Pulau Buru, sebelum mereka memiliki Namlea sebagai ibukota Kabupaten Bu, penyebutan Kayeli memberi makna yang luar biasa. Perasaan serba indah, mewah, terpandang, penuh kehormatan, serba mudah, apa apa tersedia, adalah makna dan perasaan yang dilekatkan pada Kayeli. Kayeli adalah kota tua yang dipakai oleh Portuges untuk […]

Continue Reading

Menengok Kebun Toga Perempuan Teluk Singkawang

Dikisahkan oleh Alimah Fauzan*   Tanaman obat keluarga (Toga) itu ada di setiap dusun di desa Teluk Singkawang. Pada perayaan kemerdekaan RI ke-71, Toga yang dikelola perempuan pembaharu desa Teluk Singkawang mendapat penghargaan PAKARTI UTAMA III dalam lomba pemanfaatan hasil Toga setingkat kabupaten Tebo tahun 2016   Mengenal Keunikan Desa Teluk Singkawang […]

Continue Reading

Perempuan dan Wayang

Dikisahkan oleh Lalita Isvara* “Ora patut, cah wadon nonton wayang nganti wengi. Arep dadi apa sesuk yen gedhe!”   Begitulah larangan Ibuku saat aku hendak nonton wayang di malam hari. Dunia luar rumah pada malam hari menjadi begitu rawan bagi perempuan dalam pandangan ibuku. Aku yang masih kanak kanak hanya bisa menahan […]

Continue Reading

Hari Ini Pelajar, Esok Pengantin

Dikisahkan oleh Nick Baker* Di Indonesia, satu dari 6 anak perempuan telah menikah sebelum berulang tahun yang ke-18, mengakibatkan pada berakhirnya masa kecil mereka secara tergesa dan membuat siklus kemiskinan terus berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nira* yang baru berusia 14 tahun adalah pelajar yang cemerlang. Ia selalu rajin belajar […]

Continue Reading

Nursiyah: Kades Peduli Perbaikan Layanan Kesehatan

Dikisahkan oleh Ibu Nursiyah Wahab, Kades Bontomaranu. Saya menjadi seorang pemimpin perempuan desa, tidak berarti merebut hak laki-laki. Saya menjadi seperti sekarang ini (kepala desa) karena ada konsep, strategi, program yang disusun dan program itu kita laksanakan, modal saya menjadi kepala desa berawal dari banyaknya ibu hamil yang meninggal dunia waktu melahirkan. […]

Continue Reading

Kisah Perempuan Pemimpin di Kepulauan Buton

Di sebuah desa di Kepulauan Buton dijumpai cerita tantangan perempuan dalam berkiprah di ruang publik. Seorang kader mencalonkan diri menjadi kepala desa tetapi ditentang habis-habisanoleh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Para calon pemilih mengancam memboikot Pilkades jika calonnya adalah perempuan. Upaya mereka tidak membuahkan hasil karena pada hari pemilihan bu […]

Continue Reading

Ternyata, Gumelem Kulon Kaya Sumber Mata Air

Gumelem Kulon adalah salah satu desa di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegera. Desa ini termasuk desa dengan padat penduduk dan beragam profesi. Gumelem Kulon saat ini memiliki jumlah pendudukan mencapai 10.414  orang. Desa Gumelem Kulon terbagi menjadi dua yaitu wilayah atas dan bawah. Hampir 3/2 jumlah penduduk tinggal di bagian atas dengan bukit-bukit […]

Continue Reading

Katergantungan Petani Pada Pestisida

Ditulis oleh Eka Rahayu Fitrianingsih* Di desa Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara masyarakatnya sebagian besar bekerja sebagai petani. Sejak dahulunya masyarakat menanam berbagai sayuran seperti kentang, wortel, kol, dan lain-lain. Dulu penghasilannya masih sangat bagus dan harganya masih stabil sehingga ekonomi petani tidak menentu. Bahkan untuk menanam tanaman di ladang atau kebun […]

Continue Reading

LADANG

Kebanyakan cara pengobatan/penyebarannya dengan memakai diesel, tapi yang nyemprot tidak pakai masker sebagai penutup hidung. Karena itu faktor kesehatannya tidak terjamin. Kami selalu berharap ada solusi yang bisa membantu, agar kesadaran warga masyarakat tumbuh, mungkin dengan mengadakan sosialisasi ke tingkat dukuh-dukuh yang ada di desa Jatilawang, agar mereka mampu dan bisa menggunakan […]

Continue Reading