Perempuan di Pinggiran Hutan: Apa yang Perlu Dilakukan?

Tangan-tangan perempuan yang terampil dapat mengubah hasil hutan non kayu menjadi produk yang memiliki keindahan dan nilai tambah. Mengelola hasil hutan non kayu sama saja menjaga kelestarian hutan karena mengolah hasil hutan kayu berarti melakukan banyak penebangan, yang secara langsung mengancam keberlanjutan hutan. Pembahasan tentang nasib perempuan seakan tak pernah selesai, dari […]

Continue Reading

Inspirasi Pemberdayaan Perempuan Bermula dari Sebuah Madrasah

Sebuah bangunan madrasah mampu menjadi sarana dari munculnya ide-ide perempuan desa. Banyak pikiran-pikiran baru perempuan Kota Baru Santan muncul dengan berkumpul di madrasah tersebut. Hanya dengan obrolan-obrolan ringan seputar kehidupan yang mereka rasakan maka inspirasi perempuan Kota Baru Santan mengalir begitu deras. Dikisahkan oleh Tommy Erwinsyah* KOTA BARU SANTAN: DESA DI TEPI […]

Continue Reading

Prospek Pelibatan Perempuan dalam Rehabilitasi Hutan

Kegiatan penanaman sistem tumpang sari yang menyertai pelaksanaan rehabilitasi hutan disambut dengan baik masyarakat sekitar hutan. Pada kegiatan inilah perempuan banyak mencurahkan waktunya. Mereka melakukan gotong-royong mulai dari kegiatan penanaman, penyiangan dan pemanenan. Sesungguhnya, sistem kerja gotong-royong sudah lama hilang dalam kehidupan mereka karena sudah sekian lama mereka tidak memiliki lahan. Gotong-royong disamping bermakna mempererat hubungan kekeluargaan juga menghemat biaya […]

Continue Reading

Kembali ke Ladang Menggapai Asa

Dikisahkan oleh Effi Permata Sari* “Masyarakat tidak boleh mengambil kayu di hutan, setiap mobil yang keluar membawa kayu ditangkap. Rotan dan jernang pun tidak boleh diambil. Jadi apa yang harus kami lakukan?” (Ibu Ita, Perempuan Baru Pelepat ) “Dahulu kami membuka hutan untuk membuat ladang agar mendapatkan tanah. Kami berlomba-lomba membuka lahan […]

Continue Reading