Menengok Kebun Toga Desa Transmigran Jawa di Propinsi Jambi

“Ketika pohon terakhir ditebang, Ketika sungai terakhir dikosongkan, Ketika ikan terakhir ditangkap, Barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang.” ― Eric Weiner, The Geography of Bliss: One Grump’s Search for the Happiest Places in the World Dikisahkan oleh Alimah Fauzan* Kalimat inspiratif yang popular dikutip sejumlah aktivis peduli lingkungan […]

Continue Reading

Perempuan di Pinggiran Hutan: Apa yang Perlu Dilakukan?

Tangan-tangan perempuan yang terampil dapat mengubah hasil hutan non kayu menjadi produk yang memiliki keindahan dan nilai tambah. Mengelola hasil hutan non kayu sama saja menjaga kelestarian hutan karena mengolah hasil hutan kayu berarti melakukan banyak penebangan, yang secara langsung mengancam keberlanjutan hutan. Pembahasan tentang nasib perempuan seakan tak pernah selesai, dari […]

Continue Reading

Bersama-sama Menyelamatkan Kehidupan

Menyelamatkan satu orang sama halnya menyelamatkan satu kehidupan. Ungkapan inilah yang mendorong Hariatun (24), yang biasa dipanggil Atun, untuk terlibat dalam memperkuat kepemimpinan perempuan dalam Pengurangan Risiko Bencana. Ketika gempa berkekuatan 5,4 Skala Richter mengguncang sebagian besar wilayah kabupaten Lombok Utara pada tanggal 22 Juni 2013 lalu, saat itulah Atun makin meyakinkan […]

Continue Reading

Beras Ubi: Produk Perempuan Tani “Kasih Ibu” Berkhasiat Cegah Penyakit Kronis

Beras ubi adalah salah satu produk yang dihasilkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) “Kasih Ibu”. KWT “Kasih Ibu” di Desa Tegal Arum, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Propinsi Jambi. Selain menghasilkan ubi menjadi beras, para perempuan di KWT “Kasih Ibu” juga membuat tiwul, dan sejumlah kue terbuat dari ubi. Oyek atau nasi […]

Continue Reading

Pembuat Lubang Sampah Kolektif

Kegiatan membuat lubang sampah kolektif dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam diri kaum perempuan untuk berperan lebih aktif di lingkungan sekitar. Kelompok Perempuan Tangguh ini menghadirkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya kebersihan dan sanitasi desa. Perempuan Tangguh tampil dan hadir sebagai kekuatan besar bagi pembangunan dan pengembangan desa ini. Meski dengan sarana […]

Continue Reading

Bersama Menempa Diri agar Lebih Mandiri

“Pulang dari mengajar saya langsung turun ke sawah dan kebun. Saya tidak mau ada waktu saya terlewatkan sedikitpun. Prinsip saya, jangan biarkan waktu melindas kita. Kita harus bangkit dan berbuat sesuatu bagi lingkungan kita.” Sedikit sulit menggambarkan pekerjaan sehari-hari Sulniyati (35). Ia seorang ibu rumah tangga, guru, petani, kader posyandu, Ketua muslimat […]

Continue Reading

Menggerakkan Perempuan, Memajukan Daerah

“Saya bilang kepada teman-teman bahwa jangan laki-laki saja yang bisa membuat pupuk organik tapi kita juga bisa. Kita harus mencoba untuk membuat pupuk organik setelah pelatihan yang diberikan oleh pemerintah kemarin. Bahkan uji alatnya kemarin itu kita sudah lolos juga. Dan sekarang saya ingin ada tindak lanjutnya.” (Sakinah)   Sakinah (39) adalah […]

Continue Reading

Perempuan Pendobrak dari Kaki Lembah

Budaya patriarki di kehidupan masyarakat Bima pada umumnya memang masih kental, dalam segala hal menyangkut hajat hidup selalu menempatkan perempuan sebagai warga kelas dua. Namun perempuan sendiri tak pernah risau dengan posisi mereka berada di mana. Sikap itulah yang justru menjadikan perempuan termotivasi untuk bisa lebih tangguh, mengambil peran yang tak kalah […]

Continue Reading

PEREMPUAN WELO: Kelompok Perempuan Tangguh, Inspirasi Perempuan Peduli Desa (2/selesai)

“Dulu, saya dan kaum perempuan di dusun ini hanya duduk saja di dalam rumah dan tunggu hasil undian lotre untuk memastikan giliran mendapatkan uang dalam kelompok Mama Sayang ini…” (Theresia Bota Buan).   Theresia Bota Buan (63) adalah anggota Kelompok PerempuanTangguh. Suaminya telah lama merantau. Ia adalah salah satu dari “janda sementara” […]

Continue Reading

PEREMPUAN WELO: “Tangguh Bukan Lagi Mimpi” (Bagian 1/2)

“Aksi penanaman bambu ini membuktikan bahwa kaum perempuan di dusun ini bisa berbuat sesuatu untuk kepentingan seluruh warga. Kami menanam bambu sepanjang seratus meter di pinggir kali untuk mencegah pengikisan tanah di bibir kali.” (Agnes Bulu Tukan) Welo adalah salah satu dusun di Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa […]

Continue Reading

Daeng Bau: Melawan Ketergantungan Pestisida Hingga Memutus Rantai Kekerasan terhadap Perempuan

Penggunaan bahan-bahan kimia yang terus-menerus dipakai oleh petani sangat menggangu kesehatan, begitu pun yang dirasakan oleh Daeng Bau dan petani perempuan lainnya. Mereka sudah mulai mengalami gangguan kesehatan pada tubuhnya dari sesak nafas dan “ngilu-ngilu”, meskipun belum menyadari bahwa gangguan tersebut akibat penggunaan bahan-bahan kimia. Menurut perempuan di desanya, diskusi hanya untuk […]

Continue Reading

Ketika Nasib Perempuan Membawanya Menjadi Kepala Keluarga

    Benar, perjalanan hidup anak manusia tidak selalu manis dan lurus-lurus saja. Termasuk dalam sebuah hubungan laki-laki dan perempuan, bisa jadi langgeng atau bahkan berakhir pahit. Mungkin karena bercerai? Ditinggal meninggal dunia? Ditinggalkan tanpa tanggung jawab nafkah lahir dan bathin? dan sebagainya. Semua itu akan berdampak besar bila yang menjadi pihak pesakitan/korban […]

Continue Reading

Pentingnya Pemenuhan Hak Perempuan di Berbagai Bidang

Pembelajaran praktik pengorganisasian perempuan di Kecamatan Bungoro yakni, Desa Bowong Cindea dan Desa Bulu Cindea, serta empat kelurahan yakni Pabundukang, Anrong Appaka, Biraeng, dan Bonto Langkasa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Kisah pengorganisasian perempuan kali ini adalah pembelajaran dari dua desa dampingan Aisyiyah Pangkep. Karena proses belajar tak mengenal kapan dimana dan […]

Continue Reading

Kedes Perempuan Melawan Kemiskinan di Lereng Gunung Wilis

 Pernah menjabat sebagai kepala desa, ibu dua anak ini aktif memberdayakan masyarakat Desa Joho, sebuah desa di lereng Gunung Wilis, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Di sana ia mendirikan koperasi untuk mengusir para rentenir yang merongrong warga desa. Kerja kerasnya pun berbuah manis. Berbagai penghargaan ia terima, selain juga kerap menjadi pembicara di […]

Continue Reading

Kisah Perempuan Raknamo Memantau Anggaran Desa

“Ternyata katong sebagai perempuan tidak selamanya hanya mengurusi dapur, sawah dan anak saja. Katong juga punya andil dalam Anggaran Desa. Katong juga bisa bersuara bagaimana Anggaran Dana Desa itu harus digunakan…” (Gernelia Ndoki, Kordinator KPPA Desa Raknamo, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur) Ibu Gernelia Ndoki atau yang biasa dipanggil Mamak La, […]

Continue Reading

Agar Perempuan Dihargai Lingkungan Sekitar

“Jika pengetahuan dan keterampilan diri meningkat, perempuan pun akan lebih dihargai lingkungan sekitarnya.” (Yusdarita) Yusdarita mulai aktif menjadi fasilitator komunitas dan pendamping korban sejak tahun 2006. Ia merasakan betul, bukan hal mudah mengubah pandangan masyarakat desa terutama kaum laki-laki untuk lebih mengindahkan hak-hak perempuan. Upaya Yusdarita mulai menghasilkan buahnya pada tahun 2010. […]

Continue Reading

MURITA: Tak Mudah Mengubah Pola Pikir Warga Gampong, Terutama Kesetaraan Gender

“Saya ingin melakukan perubahan. Meskipun hanya perempuan desa, saya punya keinginan untuk tahu lebih yang sedalam-dalamnya. Saya sampaikan pada Pak Keuchik(Kepala Desa), pembangunan bukan hanya untuk sebagian kelompok saja. Perempuan, laki-laki dan anak-anak, semuanya harus bisa ikut merasakan. Ini ilmu yang saya dapat dari pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).” Ibarat […]

Continue Reading

Dilema Kampung Muluy di Kaki Gunung

Kampung Muluy adalah kampung di kaki Gunung Lumut Provinsi Kalimantan Timur yang masyarakatnya mencoba bertahan dengan kearifan lokalnya demi kelestarian hutan, namun tetap miskin. Bagi masyarakat Muluy yang berjumlah sekitar lima belas keluarga, hutan sama dengan dompet uang. Dari hutan, mereka bisa mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, meskipun tidak selalu […]

Continue Reading

Kisah Perempuan Berantas Kemiskinan di Desa Kumuh Nelayan

Berpendidikan rendah dengan akses terbatas membuat Masnu’ah tak pernah berani memimpikan hal besar. Namun, kegelisahannya memuncak karena menyaksikan kemiskinan dan belenggu budaya partiarki di desanya dan membulatkan tekad untuk mengubah para perempuan Dusun Moro, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.   “Saya sangat paham kondisinya karena hidup di sini dan mengalaminya juga. […]

Continue Reading