Perlawanan Para Emak Kritis Jaman Now!

Belajar dari para emak bijak nan kritis, keberadaan mereka memang sangat penting untuk saling mengingatkan sekaligus menguatkan. Curhatan dari mereka adalah salah satu bentuk perlawanan. Apalagi bagi para emak yang selama ini perannya sebagai ibu rumah tangga, dinilai seakan kurang penting dan tidak produktif. Melalui sosmed, mereka menuturkan pikirannya sendiri dengan kritis […]

Continue Reading

Kreativitas Perempuan Manfaatkan Bambu Hasil Hutan

Jejak sejarah bambu ini salah satunya masih terbaca dalam kehidupan masyarakat Rejang Lebong, Bengkulu. Meskipun tidak seimbang dengan keberadaan pohon kopi, di wilayah ini bambu bukan hanya ditemukan di hutan, kebun, juga di halaman rumah warga. Bambu bukan hanya digunakan untuk rakit, angkutan sungai, namun juga dijadikan dinding dan lantai rumah, peralatan […]

Continue Reading

Perempuan di Pinggiran Hutan: Apa yang Perlu Dilakukan?

Tangan-tangan perempuan yang terampil dapat mengubah hasil hutan non kayu menjadi produk yang memiliki keindahan dan nilai tambah. Mengelola hasil hutan non kayu sama saja menjaga kelestarian hutan karena mengolah hasil hutan kayu berarti melakukan banyak penebangan, yang secara langsung mengancam keberlanjutan hutan. Pembahasan tentang nasib perempuan seakan tak pernah selesai, dari […]

Continue Reading

Prospek Pelibatan Perempuan dalam Rehabilitasi Hutan

Kegiatan penanaman sistem tumpang sari yang menyertai pelaksanaan rehabilitasi hutan disambut dengan baik masyarakat sekitar hutan. Pada kegiatan inilah perempuan banyak mencurahkan waktunya. Mereka melakukan gotong-royong mulai dari kegiatan penanaman, penyiangan dan pemanenan. Sesungguhnya, sistem kerja gotong-royong sudah lama hilang dalam kehidupan mereka karena sudah sekian lama mereka tidak memiliki lahan. Gotong-royong disamping bermakna mempererat hubungan kekeluargaan juga menghemat biaya […]

Continue Reading

Perempuan Mematung di Saung Kami (2)

Dikisahkan oleh Farida Mahri* Pada suatu waktu kami melihat seorang perempuan yang badannya kotor, pakaian compang-camping dan berbicara sendiri di jalanan. Anak saya bertanya, ada apa dengan dia mama? Pertanyaan itu saya jawab dengan singkat “dia gila”. Namun ketika anak saya bertanya lagi, “mengapa dia menjadi gila? pertanyaannya hanya dapat saya jawab […]

Continue Reading

Merintis Konservasi, Kesejahteraan dan Kesetaraan Bersama Bakau

“…Kita tidak boleh putus asa meski penghasilan melaut tidak lagi mencukupi. Anak-anak tetap harus sekolah…” (Amriani, ibu empat anak, tinggal di Teluk Lombok) *Dikisahkan oleh Swary Utami Dewi Semangat untuk meraih sukses bisa timbul dari mana saja, termasuk dari kerusakan alam. Inilah yang ditunjukkan masyarakat Dusun Teluk Lombok, Taman Nasional Kutai, Kalimantan […]

Continue Reading

Perempuan dan Wayang

Dikisahkan oleh Lalita Isvara* “Ora patut, cah wadon nonton wayang nganti wengi. Arep dadi apa sesuk yen gedhe!”   Begitulah larangan Ibuku saat aku hendak nonton wayang di malam hari. Dunia luar rumah pada malam hari menjadi begitu rawan bagi perempuan dalam pandangan ibuku. Aku yang masih kanak kanak hanya bisa menahan […]

Continue Reading

Mendobrak Ketabuan

Laki-laki dan perempuan seharusnya membebaskan dirinya dari prasangka-prasangka dan ide- ide konyol yang sudah mendarah daging itu. Sudah saatnya masyarakat berhenti memperlakukan perempuan sebagai jenis kelamin nomer dua. Ditulis oleh Liem Freddy* Sosok perempuan yang berdiri sebagai seorang pemimpin, beberapa dekade terakhir ini, memang semakin banyak dan semakin tidak aneh lagi terdengar. […]

Continue Reading

Peran Gender

Istilah gender dimaknai pembedaan perempuan dan laki-laki, bukan pemberian Tuhan, melainkan hasil dari proses sosial, dikembangkan secara sosial atau konstruksi sosial, berbeda-beda di setiap tempat dan di setiap zaman. Pembedaan gender tidak bersifat tetap atau baku, melainkan bisa berubah-ubah dan bisa dipertukaran antara perempuan dan laki-laki sesuai nilai-nilai sosial dan adat istiadat […]

Continue Reading

Kembali ke Ladang Menggapai Asa

Dikisahkan oleh Effi Permata Sari* “Masyarakat tidak boleh mengambil kayu di hutan, setiap mobil yang keluar membawa kayu ditangkap. Rotan dan jernang pun tidak boleh diambil. Jadi apa yang harus kami lakukan?” (Ibu Ita, Perempuan Baru Pelepat ) “Dahulu kami membuka hutan untuk membuat ladang agar mendapatkan tanah. Kami berlomba-lomba membuka lahan […]

Continue Reading

Pengarusutamaan Gender

KONSEP DASAR Pengarusutamaan Gender (PUG) atau yang disebut juga Gender Mainstreaming adalah sebuah cara atau strategi yang dipakai dengan tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan (kesenjangan gender) gender dan mencapai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan (kesetaraan gender) yakni dengan cara menggintegrasikan gender ke dalam setiap proses dalam suatu […]

Continue Reading

Bertahan Saat Hidup Semakin Sulit

“Sudah tiga hari ini keluarga kami tidak makan ikan. Sulit mencari ikan bahkan untuk lauk”. (Sariah 45 th, perempuan kampung nelayan Semalah, Taman Nasional Danau Sentarum) Pengalaman ini dikisahkan oleh Seselia Ernawati (2007)*   Danau Sentarum, Kalimantan Barat merupakan wilayah hamparan banjir terunik di dunia. Memiliki kandungan lapisan gambut purba berumur 20 […]

Continue Reading

Bila Perempuan Belajar Melawan Kemiskinan

Oktober hingga Desember tahun ini adalah masa suram bagi para penderes nira di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Getah nira seolah malas menetes, manggar kelapa mengering. “Sore sampai malam hujan lebat, nira menetes sedikit pada pagi hari,” kata Mukhtiono, 44 tahun, kepada Tempo, 5 Desember lalu. Warga Dusun Beji, Desa Gumelem Kulon, […]

Continue Reading

Bingung dengan Istilah Betina, Wanita & Perempuan?

Perubahan dan keberagaman julukan tertentu kerap kita dengar. Namun mengapa dan bagaimana julukan itu berubah, terkadang kita tidak begitu peduli. Seperti untuk istilah “betina”, “perempuan” dan “wanita”. Ada yang berpikir perubahan istilah ini terjadi begitu saja dan wajar. Sebaliknya, ada juga yang berpikir perubahan ini sangat ideologis dan sejumlah alasan penting lainnya. […]

Continue Reading

Gerakan Perempuan dan Lingkungan

Vandana Shiva, ahli fisika berlatar belakang gerakan ekologis; Maria Mies, ilmuwan sosial, berlatar belakang feminis. Keduanya penulis yang tinggal dan bekerja di belahan negara yang berjauhan. Yang satu di belahan Selatan, yakni India, yang lainnya di belahan Utara, yakni Jerman. Hidup dan bekerja berjauhan tidak menjadi persoalan bagi Mies dan Shiva untuk […]

Continue Reading

Perempuan Ini Mengubah Desa TKW Menjadi Desa Batik

KENDAL, KOMPAS.com — Banyaknya perempuan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri membuat Sri Lestari (34), warga Jambearum Patebon, Kendal, prihatin. Berangkat dari keprihatinan tersebut, wanita yang bekerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kendal ini mencoba mengurangi banyaknya perempuan Kendal yang menjadi TKW. Salah satunya dengan memberi […]

Continue Reading