Ketika Perempuan Advokasi Jaminan Kesehatan Petani Penderes di Desanya

Dari sekitar 2.800 Petani Penderes di Gumelem Kulon, 74 di antaranya telah terdaftar sebagai penerima bantuan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Nasib para petani penderes masih menjadi perhatian khusus para perempuan yang tergabung dalam organisasi perempuan Sidaluhur Sejati di desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegera. Advokasi jaminan kesehatan bagi para penderes merupakan […]

Continue Reading

Gunakan Cara Berpikir Kritis, Perempuan Desa Mulai Mengorganisir Diri

Orang miskin ada karena ada orang yang kaya Orang miskin ada karena dia malas Orang miskin ada karena sudah keturunan Orang miskin ada karena tidak ada lapangan kerja …..dst Kita akan menemukan beragam jawaban dalam menjawab “mengapa ada orang miskin?”. Kendati demikian, jawaban dengan menyalahkan manusianya masih merupakan jawaban paling banyak dibanding […]

Continue Reading

Pengarusutamaan Gender

KONSEP DASAR Pengarusutamaan Gender (PUG) atau yang disebut juga Gender Mainstreaming adalah sebuah cara atau strategi yang dipakai dengan tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan (kesenjangan gender) gender dan mencapai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan (kesetaraan gender) yakni dengan cara menggintegrasikan gender ke dalam setiap proses dalam suatu […]

Continue Reading

Katergantungan Petani Pada Pestisida

Ditulis oleh Eka Rahayu Fitrianingsih* Di desa Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara masyarakatnya sebagian besar bekerja sebagai petani. Sejak dahulunya masyarakat menanam berbagai sayuran seperti kentang, wortel, kol, dan lain-lain. Dulu penghasilannya masih sangat bagus dan harganya masih stabil sehingga ekonomi petani tidak menentu. Bahkan untuk menanam tanaman di ladang atau kebun […]

Continue Reading

Ketika Perempuan Desa Mulai Kritis

Di desa kami ada satu program air bersih, tapi pendampingannya dari kabupaten. Karena tempat mata air jauh, kita kasih dekat, yang penting air sampai di pemukiman warga. Tapi visi misi Kades tentang air bersih dan sampai sekarang yang nikmati ini hanya pak Kades. Karena punya usaha depot galon. Jadi kalau kami bilang […]

Continue Reading

LADANG

Kebanyakan cara pengobatan/penyebarannya dengan memakai diesel, tapi yang nyemprot tidak pakai masker sebagai penutup hidung. Karena itu faktor kesehatannya tidak terjamin. Kami selalu berharap ada solusi yang bisa membantu, agar kesadaran warga masyarakat tumbuh, mungkin dengan mengadakan sosialisasi ke tingkat dukuh-dukuh yang ada di desa Jatilawang, agar mereka mampu dan bisa menggunakan […]

Continue Reading

Agar Mata Air Dimanfaatkan Semua Warga

Perlu diadakan perawatan untuk mata air yang sudah ada, dipelihara, diperbaiki, dan perlu adanya struktur organisasi kepengurusan khusus mengelola mata air. Sehingga, keluarga yang ekonomi lemah bisa mengakses mata air tersebut.   Desa Jatilawang pada jaman dulu adalah desa yang Lohjinawi juga Gemah Ripah karena didukung dengan keadaan atau sumber daya alam […]

Continue Reading

Pasar Sibebek: Belum Maksimal Dimanfaatkan Warga

Di sini lebih didominasi oleh penjual dari lain daerah. Warga sekitar ada yang berjualan, tetapi mayoritas bertani. Kondisi pasar masih cukup baik, tetapi tidak ada fasilitas WC dan air bersih, hanya ada bangunan WC yang rusak dan tidak terawat.   Jatilawang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara. […]

Continue Reading

Kala Perempuan Menulis Desanya

“Kami bercermin dari orang berkebutuhan khusus (difabel), terus semangat dan kreatif, berani berbicara dan menulis.” Kalimat tersebut dituliskan Rumiati, kader Sekolah Perempuan Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara berjudul “Aset dan Potensi Sumber Daya Manusia (SDM)”. Jumat (7/8/2015) kemarin, Sekolah Permpuan telah memasuki pembahasan tentang menarasikan proses pembangunan di desa, termasuk aset […]

Continue Reading

Perempuan Membuat Peta Aset dan Potensi Desanya

“Dukuh iki langka pohon, umah kabeh lan padet penduduke” (Dukuh ini tidak ada pohonnya, rumah semua dan padet penduduknya) Demikian lontaran Sariyah, salah satu peserta Sekolah Perempuan di Desa Gentansari, Kec. Pagedongan, Banjarnegara, saat meminta saya untuk tidak menempelkan kertas origami yang sudah dibentuk pepohonannya. Menurutnya, di dukuh satu itu memang lebih […]

Continue Reading

Sekolah Perempuan Poso: Menebarkan Virus Kedaulatan Desa

Siapa yang paling tahu tentang desa selain warga desa. Lalu, jika ditelusuri lebih lanjut, siapa yang sebenarnya tinggal di desa, perempuan adalah jawabannya. Sayangnya pengetahuan seringkali tidak menjadi milik orang desa, apalagi perempuan. Perencanaan pembangunan sangat sering bersifat perintah dari atas atau oleh mereka yang dianggap ahli tentang desa karena posisi, jabatan […]

Continue Reading